kumparan
News29 Februari 2020 11:29

Dinkes Bali Nihil Info WN Selandia Baru Positif Corona Transit di Ngurah Rai

Konten Redaksi kumparan
PENUNDAAN PENERBANGAN RUTE CHINA
Petugas memeriksa tiket calon penumpang di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Selandia Baru telah mengonfirmasi kasus virus corona pertamanya. Pasien tersebut baru kembali dari Iran dan sempat transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Rabu (26/2) lalu. Pasien berusia 60 tahun itu terbang dari Teheran ke Auckland menggunakan maskapai Emirates Airline.
ADVERTISEMENT
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya, enggan berkomentar banyak. Suarjaya tidak mendapat informasi mengenai WN Selandia Baru tersebut.
"Kami tidak ada informasi terkait WN tersebut," ujar Suarjaya saat dihubungi wartawan, Sabtu (29/2).
Suarjaya tak lagi membalas pertanyaan apakah akan menelusuri adanya kontak antara WN Selandia Baru itu dengan penumpang lain saat transit di Bali.
Sementara itu, Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma, mengatakan jadwal penerbangan Emirates Airline yang sempat transit di Bali bernomor EK 450.
Suasana di Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai
Suasana di terminal Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
Maskapai tersebut berangkat dari Dubai, UEA, dan tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 15.00 WITA dan melanjutkan perjalanan ke Auckland pukul 16.30 WITA.
Dari jadwal penerbangan itu, ada waktu 1,5 jam masa transit. Surya mengatakan, biasanya seluruh penumpang akan diarahkan turun dari pesawat dan menunggu di ruang tunggu sebelum melanjutkan perjalanan.
ADVERTISEMENT
"Biasanya diarahkan turun," kata Surya.
Surya belum mengetahui jumlah penumpang Emirates Airline yang turun di Denpasar dan melanjutkan perjalanan ke Auckland.
Suasana di Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai
Sejumlah wisatawan mengantre di terminal Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
Sementara itu Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Lucky Thahjono, juga mengaku sulit melakukan contact tracing WN Selandia Baru itu selama masa transit di Bali. Sebab pihaknya tak mendapatkan identitas pasien itu.
"Kan nama penumpang belum tahu. Jadi yang satu pesAwat belum tahu juga. Dan tentu info yang ke Auckland apa ada yang sakit yang lain nampaknya hanya satu. First contact justru yang sama-sama penumpang ke Auckland," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan