kumparan
21 Agustus 2019 16:18

Dinkes DKI Akan Tanggung Biaya Persalinan Korban Obat Kedaluwarsa

Ilustrasi ibu hamil mual
Ilustrasi ibu hamil mual Foto: Shutterstock
Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta telah menemui dua ibu hamil yang menjadi korban karena menerima obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara. Dari hasil pertemuan, disepakati Dinkes DKI akan memberikan pendampingan kesehatan kepada kedua korban sampai proses persalinan.
ADVERTISEMENT
"Dinas Kesehatan berkomitmen memfasilitasi pendampingan pelayanan kesehatan bagi Ny. N untuk pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kandungan di RSUD Cengkareng setiap bulan sampai proses persalinan tanpa dikenakan biaya dan memfasilitasi proses pembuatan kartu BPJS Kesehatan," jelas Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI Ani Ruspitawati dalam keterangan tertulis, Rabu (21/8).
Ani juga meminta kepada masyarakat jika menemukan atau menerima obat kedaluwarsa di layanan kesehatan di wilayah Jakarta untuk melaporkannya. Warga bisa melapor melalui kanal-kanal Dinkes DKI yang telah tersedia.
"Masyarakat dapat melaporkannya melalui kader kesehatan, petugas puskesmas setempat, atau kanal-kanal aduan yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta," ujar Ani.
Sebelumnya, Dinkes DKI telah membebastugaskan sementara apoteker Puskesmas Kamal Muara selama proses pemeriksaan kasus. Kasus obat kedaluwarsa ini menimpa dua ibu hamil ini juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
"Dinas Kesehatan sedang mendalami kasus ini dan melaksanakan klarifikasi terhadap puskesmas dan jajarannya. Selama periode ini, apoteker yang bersangkutan dibebastugaskan sementara dari tugasnya sebagai apoteker," ucap Ani.
Sementara dua ibu hamil yang menjadi korban, Novi Sri Wahyuni dan Winda Dwi Lestari, sempat mengalami kepala pusing, mual-mual, hingga perut sakit setelah mengkonsumsi Vitamin B6 yang telah kedaluwarsa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan