Dokter di Korsel Mogok Kerja, Pemerintah Akan Sebar Dokter Militer ke RS

28 Februari 2024 19:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para dokter mengikuti protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (22/2/2024). Foto: Kim Soo-Hyeon/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Para dokter mengikuti protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (22/2/2024). Foto: Kim Soo-Hyeon/REUTERS
ADVERTISEMENT
Dokter-dokter di Korea Selatan, khususnya dokter muda, masih terus melancarkan aksi mogok kerja dan berdemonstrasi. Mereka memprotes rencana penerimaan lebih banyak mahasiswa ke sekolah kedokteran.
ADVERTISEMENT
Imbas aksi tersebut, pemerintah Korsel memutuskan akan mengirimkan dokter militer dan dokter komunitas ke sejumlah rumah sakit dalam beberapa hari ke depan.
"Ini bagian dari tindakan darurat untuk mendukung sistem layanan kesehatan setelah pemogokan massal oleh dokter peserta pelatihan," kata Perdana Menteri Han Duck Soo, Rabu (28/2), dikutip dari Reuters.
Han memohon para dokter muda untuk kembali bekerja sesuai batas waktu yang ditetapkan pemerintah pada Kamis (29/2) besok. Ia mengatakan pemangku kebijakan akan mendengarkan kekhawatiran para demonstran.
Para dokter mengikuti protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (22/2/2024). Foto: Kim Soo-Hyeon/REUTERS
“Pemerintah paham betul dokter yang menjalani pelatihan punya kekhawatiran serius mengenai lingkungan kerja dan karir masa depan, dan kami mencari langkah-langkah untuk memperbaiki hal ini dari sejumlah perspektif,” katanya dalam pertemuan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Dua pertiga dari penduduk negara tersebut dan dokter magang telah mogok kerja untuk memprotes rencana pemerintah. Pemerintah Korsel menilai saat ini negara tersebut terancam kekurangan dokter sehingga ingin meningkatkan jumlah siswa yang diterima di sekolah kedokteran.
Para dokter muda lantas protes dan menilai pemerintah harus memperhatikan gaji dan kondisi kerja terlebih dahulu sebelum mencoba menambah jumlah dokter.
Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo. Foto: Kacper Pempel/REUTERS
Pemerintah telah memperingatkan dokter-dokter yang berdemo bahwa pihak berwewenang dapat mencabut izin dokter yang tidak mematuhi perintah kembali bekerja.
Sekitar 9.000 dokter peserta pelatihan telah bergabung dalam protes tersebut sehingga mengganggu layanan di rumah sakit besar yang terpaksa menolak beberapa pasien dan membatalkan operasi dan prosedur.
Dokter senior dan praktisi swasta juga menentang rencana pemerintah untuk meningkatkan penerimaan sekolah kedokteran baru. Mereka memandang komunitas kesehatan tidak diajak berkonsultasi secara memadai oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
Presiden Yoon Suk Yeol mengatakan rencana tersebut mendapat dukungan luas di kalangan masyarakat Korea, serta tidak layak untuk didiskusikan dan tidak ada pembenaran bagi dokter untuk meninggalkan pekerjaannya.
"Mulai bulan depan, dokter yang bertugas di militer dan di klinik lokal sebagai pengganti wajib militer akan ditugaskan ke rumah sakit yang terkena dampak pemogokan tersebut," ujar Han Duck Soo.