Dokter Paru Ungkap Gejala Khas Pasien Omicron: Batuk hingga Sakit Tenggorokan

28 Januari 2022 10:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dokter Paru Ungkap Gejala Khas Pasien Omicron: Batuk hingga Sakit Tenggorokan (569245)
zoom-in-whitePerbesar
dr Erlina Burhan. Foto: Dok. Pribadi
COVID-19 varian Omicron saat ini tengah menyebar luas secara cepat di banyak negara termasuk Indonesia. Namun, apa saja sih yang menjadi ciri-ciri seseorang telah terpapar corona varian Omicron?
ADVERTISEMENT
Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan, membeberkan varian Omicron memiliki gejala khas yakni mulai dari batuk hingga sakit tenggorokan.
“Data yang dari rumah sakit kami ternyata yang banyak itu adalah gejala batuk dan nyeri tenggorokan. Nah, itu dan batuk, serta gatal-gatal tenggorokan ini adalah gejala yang khas untuk Omicron,” kata Erlina dalam forum diskusi dengan media secara virtual, Kamis (27/1).
Erlina mengungkapkan, Omicron berbeda dengan varian lainnya yang memiliki entry point atau gejala awal demam saat terpapar COVID-19. Bahkan, saat ini, hanya sedikit pasien Omicron yang memiliki gejala demam, bahkan jumlahnya kurang dari 20 persen.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Nah, yang kami dapatkan di rumah sakit adalah demam itu hanya 18-20 persen. Kemudian, juga tidak ada yang sesak, tidak ada yang butuh oksigen, yang Omicron maupun yang probable Omicron hingga saat ini. Itu menunjukkan bahwa keterlibatan atau kerusakan parunya tidak ada,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Erlina menuturkan, berdasarkan data yang dihimpunnya, varian Omicron ini berkembang biak atau replikasinya ada di saluran napas atas, tidak sampai saluran napas bawah.
“Kalau pun hanya sedikit (saluran nafas bawah) saja enggak sampai 20 persen. Itulah kenapa kemudian gejalanya hanya ringan-ringan saja,” tutur Erlina.
Untuk itu, Erlina mengimbau masyarakat apabila memiliki gejala batuk hingga sakit tenggorokan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat. Selain untuk mendeteksi, juga diharapkan dapat mencegah penularan varian Omicron.
“Jangan tunggu demam. Jadi Omicron ini kalau hanya gatal tenggorok, tenggorokan sakit, dan batuk apalagi kalau ada riwayat kontak dengan pasien Omicron segeralah memeriksakan diri,” pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020