Donald Trump Akhirnya Akui Pemerintahan Baru AS di Bawah Joe Biden

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih di Washington, AS, Sabtu (7/11). Foto: Carlos Barria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih di Washington, AS, Sabtu (7/11). Foto: Carlos Barria/REUTERS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengakui bahwa pemerintahan baru yang dipimpin Joe Biden akan segera dilantik.

Pernyataan itu disampaikan sehari usai pendukungnya menyerbu kantor Kongres, US Capitol Hill, pada Rabu waktu setempat. Tindakan itu dilakukan untuk membatalkan pengesahan Joe Biden sebagai pemenang pemilu.

"Pemerintahan baru akan dilantik pada 20 Januari," kata Trump merujuk pada hari pengambilan sumpah Biden. Demikian dikutip dari AFP.

Calon presiden AS dari Partai Demokrat 2020 Joe Biden bersama keluarganya, merayakan kemenangannya di Pemilu AS 2020. Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

"Melayani kalian sebagai seorang presiden adalah kehormatan dalam hidup saya," sambung dia.

Trump memastikan akan menjalankan proses penyerahan kekuasaan dengan mulus dan damai kepada Biden.

"Fokus saya sekarang adalah transisi kekuasaan yang tertib, mulus, dan lancar," papar Trump.

"Ini adalah suatu momen untuk menyerukan penyembuhan dan rekonsiliasi," sambung dia.

Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump ditahan oleh petugas penegak hukum di Capitol AS selama aksi protes di Washington, AS, (6/1). Foto: Jim Urquhart/REUTERS

Dalam pidato yang disampaikan Trump lewat rekaman video, dia mengutuk serangan di Capitol. Menurutnya tindakan tersebut mencemari demokrasi di AS.

Kejadian penyerbuan oleh pendukung Trump di Capitol meninggalkan luka bagi AS. Sebab, 4 orang tewas saat peristiwa tersebut berlangsung.

Agar kejadian seperti itu tidak terulang, pengamanan di Capitol diperketat oleh pihak berwajib.

Selain itu, kejadian di Capitol juga memicu pengunduran diri pejabat tinggi AS yang kecewa atas serangan itu. Yang paling teranyar adalah Menteri Transportasi Elaine Chao dan Menteri Pendidikan Betsy DeVos.