Dorong Kamera Wartawan Usai Diperiksa KPK, Wabup Mamberamo Tengah Minta Maaf

3 Agustus 2022 20:12
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022).  Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Papua, Yonas Kenelak, meminta maaf usai sempat terlibat insiden dengan wartawan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (3/8).
ADVERTISEMENT
Yonas memukul kamera wartawan seusai menjalani pemeriksaan penyidik KPK. Ia diperiksa KPK terkait dugaan suap dan gratifikasi sejumlah pengerjaan proyek di Pemkab Mamberamo Tengah.
Dalam perkara tersebut Bupati Mamberamo, Ricky Ham Pagawak, ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini KPK belum mengumumkan detail dan konstruksi perkara.
Usai pemeriksaan, Yonas keluar dari pintu Gedung KPK sekitar pukul 15.53 WIB. Ia dikawal oleh seorang pria berbadan tegap.
Di depan pintu keluar, belasan awak media menunggu Yonas selesai menjalani pemeriksaan. Namun, begitu keluar dari pintu KPK, Yonas bungkam. Tidak mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan, baik seputar pemeriksaan maupun soal keberadaan Ricky Ham Pagawak.
Yonas kemudian terus merangsek maju dan menyingkirkan wartawan yang mengerumuninya. Karena terus mencoba merangsek keluar, Yonas kemudian mengibaskan tangannya dan mengenai kamera milik salah seorang pewarta foto.
Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022).  Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Dia pun kemudian masuk ke mobil yang telah menjemputnya dan pergi dari lokasi Gedung KPK. Namun demikian, setelah beberapa waktu meninggalkan Gedung KPK, Yonas kembali dan meminta maaf kepada wartawan. Ia mengklarifikasi kejadian dugaan pemukulan kamera itu.
ADVERTISEMENT
Yonas mengaku tidak bermaksud memukul kamera wartawan. Ia terjadi karena posisinya sedang capek usai menjalani pemeriksaan sekitar 7 jam.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saya ada mau klarifikasi tadi pas saya keluar saya masuk tadi di ruangan pemeriksaan dari jam 09.50 WIB sampai sore tadi setengah 4 atau hampir jam 4 saya keluar itu,” kata Yonas kepada wartawan.
“Ya, tadi saya jalan adik-adik tadi mau ambil gambar, mau bicara dengan saya, ya, tadi bapak tidak sengaja, ya. Tadi bapak dengan tangan, tapi saya tidak pukul, ya, dengan tangan dorong kamera itu tidak sengaja karena saya di ruangan itu masuk di pemeriksaan pagi jam 09.50 WIB sampai sore saya keluar capek sekali,” ungkap Yonas.
Dia pun meminta maaf kepada awak media.
ADVERTISEMENT
"Itu adik-adik punya tugas bapak sangat mengerti tetapi saya rasa capek lelah itu yang tadi saya tidak sengaja itu tadi saya dorong kamera dan saya tidak pukul, saya minta maaf tetapi saya tidak sengaja dorong kamera itu karena saya lelah capek saja. Jadi, pada kesempatan sore hari ini, bapak sampaikan saya mohon maaf," kata dia.
Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022).  Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Yonas tidak bicara banyak soal Ricky. Ia enggan berkomentar soal keberadaan Ricky. “Saya tidak tahu. Saya tidak akan komentar masalah itu,” kata dia.
Kendati begitu, Yonas menjamin pemerintahan Mamberamo Tengah berjalan lancar meski bupatinya saat ini menjadi buronan KPK.
“Saya sudah lakukan dengan baik. Tidak ada masalah. Tidak ada masalah Mamberamo Tengah saat ini,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Ricky merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengerjaan proyek di Pemkab Mamberamo Tengah.
Dia ditetapkan sebagai buronan KPK setelah dua kali mangkir dari panggilan KPK. Ricky sempat dijemput paksa oleh KPK, namun gagal. Ricky diduga melarikan diri ke Papua Nugini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020