kumparan
4 September 2019 17:08

Dorong Minat Baca, Anies Ingin Stasiun MRT Siapkan Perpustakaan Kecil

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di peresmian Stasiun ASEAN MRT, Jakarta, Rabu (10/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Pemprov DKI terus berupaya mendorong minat baca masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta adanya ruang literasi di sejumlah fasilitas umum yang menyediakan buku bagi masyarakat
ADVERTISEMENT
"Kami di Jakarta ingin lebih kuat lagi mendorong program-program terkait literasi di mana satu sekolah, kemudian yang kedua adalah di ruang-ruang, ketiga ruang ketiga ini adalah seperti stasiun kemudian arena-arena umum itu akan kita bangun lebih banyak perpustakaan dan tempat-tempat penjualan buku," kata Anies di JCC Senayan, Rabu (4/9).
Anies menuturkan, stasiun MRT menjadi salah satu tempat yang diharapkan dapat menyediakan perpustakaan bagi penumpang. Menurutnya, sepanjang perjalanan, penumpang MRT dapat menggunakan waktunya untuk membaca buku.
"Saya minta di semua stasiun MRT disiapkan tempat perpustakaan bukan perpus besar ya tapi rak-rak buku di mana penumpang bisa mengambil buku untuk baca lalu bisa dibaca sepanjang stasiun nanti bisa dikembalikan di stasiun tempat dia akan turun. Iya, (perpustakaan MRT) harus tahun ini," kata dia.
Suasana di Stasiun MRT Bunadaran HI. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Selain stasiun MRT, mantan Mendikbud itu juga ingin ada tempat lain yang menyediakan tempat membaca. Apalagi, kata dia, masyarakat Jakarta banyak yang memiliki kebutuhan membaca buku.
ADVERTISEMENT
"Kita dorong terus makanya harus lebih banyak jangan hanya satu karena sebetulnya kebutuhan atas buku ada di mana-mana. Kita harus lebih banyak menciptakan pasar yang sesuai dengan lokasi demand-nya," ucap Anies.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Meski begitu, ia menyebut PD Pasar Jaya yang akan menentukan wilayah mana saja yang dinilai cocok memiliki perpustakaan umum.
"Pasar Jaya yang tahu karena Pasar Jaya yang mengetahui di mana saja tempat demand itu, nanti baru ditumbuhkan. Jadi kalau kemudian di satu tempat itu jumlah transaksinya rendah, bukan berarti berhenti, justru malah harus diteruskan di tempat-tempat yang lebih dekat dengan kebutuhan," kata dia.
"Seperti juga pasar, jumlah pasar kita ada lebih dari 130. Harusnya di semua tempat kita bangun tempat untuk buku," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan