

ADVERTISEMENT
dr Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat mendukung pengadaan vaksin corona. Juru bicara Satgas COVID-19 itu menekankan, vaksin adalah salah satu cara untuk menekan pengendalian virus corona.
ADVERTISEMENT
"Ini adalah pencegahan agar masyarakat tidak perlu terpapar penyakit dahulu untuk menumbuhkan kekebalan tubuh atau imunitas," ujar dr Reisa dalam konferensi pers, Senin (19/10).
Reisa memastikan pengembangan vaksin di Indonesia sudah sesuai saran WHO, arahan BPOM, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, Wapres RI sekaligus Ketum MUI, Ma'ruf Amin, menegaskan para ulama terlibat aktif dalam pengujian vaksin corona.
"Artinya, manfaat vaksin sudah dikaji secara mendalam, tidak perlu diragukan lagi. Menurut Wapres, demi kemaslahatan umat manusia, vaksin teraman dan terbaik akan direkomendasikan Ulama dan Umara untuk melindungi masyarakat," kata Reisa.
Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dari 4 kandidat vaksin perusahaan luar negeri, yaitu AstraZeneca (Inggris), Sinovac (China), Cansino (China), Sinopharm (China). Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin dalam negeri buatan Eijkman, Merah Putih.
ADVERTISEMENT
"Setelah disetujuinya vaksin-vaksin [impor] tersebut oleh WHO, vaksin itu akan diproduksi dan tiba di Indonesia secara bertahap," tutur Reisa.
Vaksin Sinovac menjadi vaksin yang paling siap diproduksi Bio Farma di awal 2021. Saat ini, Vaksin Sinovac sedang diuji di Bandung, Jawa Barat.
Reisa menyebut, BPOM juga akan mempersiapkan persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat atau emergency use authorization.
"BPOM memantau langsung Bio Farma, lokasi uji klinis fase 3 di Universitas Padjajaran dan bahkan ke luar negeri," tutur Reisa.
"Tak hanya itu, salah satu produsen vaksin, Bio Farma, terpilih sebagai salah satu produsen Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), artinya siap memproduksi obat COVID-19 yang teruji di dunia," pungkasnya.
ADVERTISEMENT