kumparan
search-gray
News14 Oktober 2019 20:05

Dugaan Korupsi Eks Bupati Seruyan Rugikan Negara Rp 20 Miliar

Konten Redaksi kumparan
Dugaan Korupsi Eks Bupati Seruyan Rugikan Negara Rp 20 Miliar  (609)
Ilustrasi KPK. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Darwan Ali selaku Bupati Seruyan periode 2003-2008 dan 2008-2013, ditetapkan KPK sebagai tersangka. Ia diduga melakukan korupsi dalam lelang proyek pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tahun 2007-2012.
ADVERTISEMENT
"Dalam perkara ini diduga keuangan negara dirugikan sekitar Rp 20,84 miliar," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (14/10).
Febri menjelaskan kasus ini bermula pada tahun 2004, saat itu Pemkab Seruyan merencanakan pembangunan Pelabuhan Laut. Rencana tersebut mulai direalisasikan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 dengan membangun tiang pancang.
"Pada tahun 2007 Dinas Perhubungan Kabupaten Seruyan mulai melakukan alokasi anggaran untuk rencana pekerjaan pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung," ucap Febri.
Selanjutnya sekitar Januari 2007, kata Febri, Darwan memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum agar pengadaan pembangunan Pelabuhan Laut Segintung dikerjakan PT. Swa Karya Jaya.
ADVERTISEMENT
"Diduga Direktur PT SKJ adalah kawan dekat DAL (Darwan) yang mendukungnya saat Pilkada Kabupaten Seruyan tahun 2003," kata Febri.
Dugaan Korupsi Eks Bupati Seruyan Rugikan Negara Rp 20 Miliar  (610)
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Untuk menindaklanjuti perintah Darwan, kata Febri, panitia lelang pembangunan proyek tersebut dibentuk. Febri menyebut para panitia lelang langsung diberi arahan yang membahas teknis dan langkah-langkah agar PT. SKJ bisa keluar sebagai pemenang dalam lelang terbuka dengan nilai proyek mencapai Rp 112.750.000.000.
Langkah-langkah tersebut di antaranya:
  • Pembatasan Informasi lelang dan waktu pengambilan dokumen lelang hanya 1 hari.
  • Dokumen pra kualifikasi dan penawaran lelang diduga dipalsukan dan peserta lelang lain juga diduga direkayasa. Dokumen penawaran memiliki kemiripan dengan membedakan nilai penawaran hanya Rp 2-4 juta.
  • Pihak PT SKJ diduga turut serta mempersiapkan beberapa dokumen palsu yang dibutuhkan tersebut.
  • Panitia lelang mengabaikan ketidaklengkapan atau kekurangan persyaratan dokumen pra kualifikasi PT. SKJ. Dalam dokumennya, Sertifikat Badan Usaha PT. SKJ sudah tidak berlaku.
ADVERTISEMENT
"Selanjutnya pada 14 April 2007, tersangka DAL (Darwan) menerbitkan Surat Keputusan Bupati yang menetapkan PT. SKJ sebagai pelaksana proyek pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung, dilanjutkan penandatanganan kontrak Pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung sebesar Rp 112.736.000," jelas Febri.
Nilai proyek itu, lanjut Febri, kemudian berubah pada tanggal 10 Agustus 2007 Rp 127.411.481.000 atau bertambah 13,02 persen dari nilai awal. Perubahan nilai kontrak itu melebihi ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 yang menetapkan maksimal penambahan sebanyak 10 persen.
Dugaan Korupsi Eks Bupati Seruyan Rugikan Negara Rp 20 Miliar  (611)
Ilustrasi KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Dari lelang proyek tersebut, Darwan diduga menerima suap Rp 687.500.000 dari PT SKJ melalui anaknya. Dugaan suap yang diberikan melalui transfer itu diberikan pada 2009.
Atas perbuatannya, Darwan disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white