Dulu Timses Kini Jadi Menteri Jokowi

Presiden Joko Widodo mengumumkan deretan nama menteri yang mengisi Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10). Di periode kali ini, ada 34 menteri dan 4 kepala badan yang akan menjabat di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
Nama-nama tersebut, terdiri dari 60 persen profesional dan 40 persen dari parpol. Namun, jadi jumlah tersebut, ada 13 nama yang sebelumnya aktif menjadi anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf saat Pilpres 2019.
Berikut nama menteri-menteri Jokowi-Ma'ruf yang sebelumnya menjadi tim sukses:
Airlangga Hartarto - Menko Perekonomian
Airlangga Hartarto ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian menggantikan kader Hanura, Saleh Husin, saat reshuffle kedua Kabinet Kerja Jokowi-JK. Setahun setelah menjabat, Airlangga diminta menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus di KPK untuk menjadi Ketum Golkar.
Golkar merupakan salah satu partai yang mengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Sebagai Ketum, Airlangga cukup aktif mengkampanyekan pasangan tersebut. Sebab, tiap Ketum Golkar menjabat sebagai Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf.
Luhut Binsar Panjaitan - Menko Kemaritiman
Di periode Jokowi-JK, Luhut sempat menjabat beberapa posisi penting di kementerian. Mulai dari Kepala Staf Kepresidenan, Menko Polhukam, hingga Menko Maritim.
Luhut memang tidak masuk ke timses Jokowi-Ma'ruf secara resmi, namun Luhut berperan menggerakkan sejumlah kelompok relawan. Salah satunya adalah kelompok relawan Bravo-5 dan Cakra-19.
Fachrul Razi - Menteri Agama
Fachrul Razi terakhir menjabat sebagai Wakil Panglima TNI di tahun 1999-2000. Setelah pensiun, pria berpangkat Jenderal ini aktif di bidang bisnis dan sosial.
Saat Pilpres 2014, ia ikut membuat dan memimpin Tim Bravo-5 yang menjadi timses Jokowi-JK dari kalangan militer. Tim ini kembali aktif saat Jokowi maju di periode kedua bersama Ma'ruf Amin.
Juliari Batubara - Menteri Sosial
Juliari Batubara dikenal sebagai seorang pebisnis. Salah satu lini bisnis yang melambungkan namanya adalah PT Wiraswasta Gemilang Indonesia yang merupakan perusahaan swasta terbesar pertama yang menjadi produsen pelumas terbesar.
Sukses di bisnis, Juliari lalu mencoba bidang politik dengan bergabung dengan PDIP. Ia berhasil lolos ke DPR RI pada periode 2014 dan 2019 sebelum akhirnya dipilih menjadi menteri.
Di ajang Pilpres 2019, tiap anggota DPR dari Fraksi PDIP wajib berkampanye untuk Jokowi-Ma'ruf di dapilnya.
Johnny G Plate - Menkominfo
Johnny G Plate mengawali kariernya sebagai pengusaha. Ia sempat memegang beberapa jabatan penting, mulai dari Komisaris PT Indonesia Air Aia hingga Dirut Bima Palma Group dan Dirut PT Air Asia Investama.
Johnny juga terpilih menjadi anggota DPR RI di periode 2014-2019. Ia juga menjabat sebagai Sekjen di partai NasDem, yang menjadi salah satu pengusung Jokowi-Ma'ruf. Di TKN Jokowi-Ma'ruf, Sekjen NasDem ini menjabat sebagai Sekretaris TKN.
Abdul Halim Iskandar - Mendes PDTT
Abdul Halim Iskandar adalah kakak kandung Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Di partainya, PKB, pria yang akrab disapa Gus Halim ini menjabat sebagai Ketua DPW Jatim. PKB merupakan salah satu partai yang aktif mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Gus Halim ikut aktif berperan memenangkan Jokowi di Jatim.
Ia sempat menjadi Ketua DPRD Jatim periode 2014-2019 dan kembali menjadi anggota DPRD Jatim periode 2019-2024. Namun, jabatan itu harus ia tinggalkan setelah ditunjuk Jokowi menjadi menteri.
Suharso Monoarfa - Menteri PPN/Kepala Bappenas
Suharso pernah menjadi Menteri Perumahan Rakyat di era kedua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 2015, ia ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh Presiden Joko Widodo.
Pada 2019, Suharso dipilih menjadi Plt Ketum PPP menggantikan Romahurmuziy yang terjerat kasus di KPK. PPP merupakan salah satu partai yang aktif mengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Selaku Plt Ketum PPP, Suharso menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Erick Thohir - Menteri BUMN
Erick Thohir adalah seorang pengusaha dan pemilik Mahaka Grup. Perusahaan tersebut membawahi beberapa media di Indonesia, termasuk majalah a+, Perents Indonesia, Golf Digest, Sin Chew Indonesia, JakTV, GEN 98.7 FM, Prambors FM, FeMale Radio dan beberapa media lainnya.
Pada 2018, ia ditunjuk memimpin pagelaran Asian Games 2018. Kesuksesannya menggelar Asian Games, membuatnya ditunjuk sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Teten Masduki - Menteri Koperasi dan UKM
Teten Masduki sebelumnya merupakan aktivis yang memimpin Indonesia Corruption Watch (ICW). Pada 2015, ia sempat menjadi Kepala Staf Kepresidenan sebelum akhirnya digantikan oleh Moeldoko pada 2018.
Di ajang Pilpres 2019, Teten memiliki tugas khusus untuk pemenangan Jokowi. Salah satunya menggalang relawan serta menggarap suara di wilayah Jawa Barat.
Zainudin Amali - Menpora
Zainudin Amali merupakan pengusaha yang yang sempat menjadi Wasekjen DPP Real Estate Indonesia (REI). Di kepartaian, Zainudin sempat menjadi Ketua DPP Partai Golkar periode 2014-2019.
Golkar merupakan salah satu partai yang mengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Meski nyaris tak memiliki pengalaman di bidang olahraga, Zainudin Amali justru ditunjuk menjadi Menpora oleh Jokowi. Amali aktif memenangkan Jokowi di dapilnya sebagai bagian dari Golkar.
Moeldoko - Kepala Staf Kepresidenan
Moeldoko adalah purnawirawan TNI AD yang sempat menjadi Panglima TNI. Moeldoko sempat bergabung dengan Partai Hanura sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan Jokowi pada 2018.
Di ajang Pilpres 2019, Moeldoko merupakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf. Selain itu, Moeldoko juga berperan aktif menggalang dan mengkoordinasikan kelompok relawan.
Pramono Anung - Sekretaris Kabinet
Di periode Jokowi-JK, Pramono Anung menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Ia mengawali kariernya sebagai pebisnis yang sempat menjabat posisi penting di sejumlah perusahaan, termasuk PT Yudhistira Haka Perkasa.
Sukses di bisnis, Pramono Anung lalu aktif di partai dengan bergabung di PDIP. Pramono sempat menjabat sebagai Sekjen PDIP. Partainya merupakan pengusung utama Jokowi-Ma'ruf.
Di TKN Jokowi-Ma'ruf, Pramono menjabat anggota Dewan Pengarah.
Bahlil Lahadalia - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
Bahlil adalah pengusaha yang tumbuh besar di Jayapura, Papua. Perusahaannya, PT Rifa Capital, memiliki holding dari 10 perusahaan di bidang pemanfaatan sumber daya alam.
Pada Pilpres 2019, ia bergabung di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Di TKN, Bahlil menjabat Direktur Penggalangan Pemilih Muda.

