News
·
6 Mei 2021 15:19

Duterte Minta China Tarik Kembali Vaksin Sinopharm yang Diberikan ke Filipina

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Duterte Minta China Tarik Kembali Vaksin Sinopharm yang Diberikan ke Filipina (98050)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima vaksin COVID-19 Sinopharm, di istana kepresidenan Malacanang di Manila, Filipina, Senin (3/5). Foto: Malacanang Presidential Photographers Division
Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta Kedubes China menarik 1.000 dosis vaksin COVID-19 Sinopharm yang didonasikan ke mereka.
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu disampaikan Duterte untuk menjawab kritik terhadap dirinya yang baru saja disuntik vaksin buatan China itu. Warga Filipina mengatakan, Duterte mengambil risiko karena disuntik vaksin yang belum terbukti ampuh. Sinopharm juga belum mengantongi izin penggunaan darurat dari otoritas Filipina.
Menanggapi kritik, Duterte menegaskan tak mau warga Filipina mengikuti jejaknya. Kepala Negara kontroversial itu meminta Kedubes China mengambil kembali vaksin itu.
"Tarik saja itu, sehingga tak ada lagi persoalan," ujar Duterte seperti dikutip dari BBC.
Duterte pun meminta kepada China agar hanya mengirim vaksin Sinovac ke Filipina.
Sampai saat ini, vaksin buatan China termasuk Sinovac dan Sinopharm belum menerima persetujuan WHO.
Bahkan dokumen WHO yang dilihat kantor berita Reuters menunjukkan, organisasi kesehatan itu tak yakin vaksin Sinopharm aman.
ADVERTISEMENT
Filipina sebagai negara dengan penderita COVID-19 terbanyak kedua di Asia Tenggara, menghadapi masalah soal vaksinasi. Setengah lebih populasi Filipina ragu divaksin.
Warga Filipina mengkhawatirkan keamanan vaksin. Apalagi, pada 2016 lalu Filipina dikejutkan dengan skandal vaksin demam berdarah yang disuntikkan kepada anak-anak.
Kala itu belasan anak di Filipina kehilangan nyawa usai disuntik vaksin demam berdarah.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: