News
·
9 Juni 2021 23:50
·
waktu baca 1 menit

Edy Rahmayadi soal Kerumunan Pembeli BTS Meal: Jangan Ditanya, Sudah Pasti Salah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Edy Rahmayadi soal Kerumunan Pembeli BTS Meal: Jangan Ditanya, Sudah Pasti Salah (196302)
searchPerbesar
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat diwawancarai di acara silaturahim dengan wartawan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi angkat bicara terkait kerumunan pembeli BTS Meal di seluruh gerai McDonald's di Kota Medan.
ADVERTISEMENT
Edy mengatakan, kerumunan ini jelas salah karena melanggar protokol kesehatan.
"Kalau kerumunan sudah pasti salah, tak usah ditanya," kata Edy kepada wartawan, Rabu (9/6).
Mantan Pangkostrad ini menyesalkan tindakan manajemen McD yang tidak mengantisipasi adanya kerumunan. Padahal, Pemprov Sumut selalu mengingatkan semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan.
"Saya setiap ada kerumunan saya di situ untuk menegur abis itu saya tinggalkan itu. Hindari (kerumunan itu). Lakukan 5M salah satunya," ujar Edy.
Edy Rahmayadi soal Kerumunan Pembeli BTS Meal: Jangan Ditanya, Sudah Pasti Salah (196303)
searchPerbesar
Kerumuman ojol saat mengantre membeli promo spesial makanan, BTS Meal di McDonald's Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
Sebelumnya, kerumunan warga yang didominasi driver ojek online terjadi di gerai McD di Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
Karena antusianya warga, antrean panjang berlangsung hingga tiga jam lebih.
"Sudah 3 jam lebih di sini ngantrinya," ujar salah seorang driver Ojol, Bagas, kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
Pihak McDonald's kemjudian membatalkan pembelian para ojol akibat membeludaknya pemesan. Satgas COVID-19 pun turun tangan dan membantu mengurai kerumunan hingga situasi kondusif.
Camat Medan Kota Tengku Charuniza mengatakan, dirinya telah mengultimatum pihak McDonald's. Dia meminta kejadian serupa tidak terulang. Bila terjadi lagi, pihaknya akan melakukan penyegelan.
"Kalau tidak bisa mengikuti langkah-langkah yang kami arahkan sehingga menimbulkan kerumunan lagi kemungkinan bisa Satgas COVID-19 Medan untuk melakukan penyegelan," ujar dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020