News
·
2 September 2020 16:08

Eijkman Harap Vaksin Corona Merah Putih Bisa Diedarkan di Luar Negeri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Eijkman Harap Vaksin Corona Merah Putih Bisa Diedarkan di Luar Negeri (45914)
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio seusai RDPU dengan Komisi VII DPR, Senin (17/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Vaksin corona Merah Putih buatan LBM Eijkman akan diuji coba ke hewan dalam tiga bulan ke depan. Jika tahap uji coba dan uji klinis sudah rampung, Eijkman berharap vaksin Merah Putih bisa diedarkan ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
Vaksin Merah Putih menggunakan bibit dan karakter virus dari Indonesia. Meski bibitnya berasal dari dalam negeri, Eijkman memastikan vaksin ini tetap bisa digunakan secara general, termasuk kemungkinan adanya mutasi virus.
"Kalau kita lihat pola penyebaran mutasi, maka memang virus yang bersirkulasi di Indonesia ini memiliki kekerabatan erat dengan virus-virus di Asia, termasuk dari Wuhan. Dan memang agak berbeda dengan yang bersirkulasi di Eropa maupun Amerika," kata Kepala LBM Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (2/9).
Eijkman Harap Vaksin Corona Merah Putih Bisa Diedarkan di Luar Negeri (45915)
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
"Namun demikian, selama mutasi itu tidak memengaruhi protein-protein yang menjadi sasaran dari vaksin, yaitu Receptor-binding Domain tadi, maka mutasi itu tidak memengaruhi, sehingga vaksin yang dikembangkan di Indonesia bisa diharapkan, dapat digunakan di negara-negara lain," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Soal mutasi virus, Amin mengakui sudah ada beberapa kasus corona Sars-Cov-2 di Indonesia yang bermutasi menjadi D164G, seperti yang ditemukan di Jakarta, Tangerang, Bandung hingga Yogyakarta. Menurut sejumlah ahli, mutasi ini disinyalir lebih berbahaya dan sepuluh kali lebih menular.
Akan tetapi, Eijkman menegaskan belum ada bukti ilmiah soal bahaya atau penularan mutasi ini. Eijkman masih mengumpulkan kajian-kajian mutasi virus yang ditemukan di kota-kota lain. Namun untuk urusan vaksin, Amin memastikan D614G tak mengganggu pengembangan Merah Putih.
"Yang kami amati bahwa mutasi ini memang menyebabkan pada spike protein pada coronavirus, tetapi tidak mengganggu RBD. Perubahan yang terjadi pada mutasi ini walaupun terjadi pada spike protein tapi pada lokasi yang berbeda, sehingga RBD tidak terganggu. Dan selama vaksin ini ditujukan terhadap RBD, maka tidak akan mengganggu kinerja vaksin," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Proses pengembangan vaksin Merah Putih kini mencapai 30-40 persen. Presiden Jokowi menargetkan Vaksin Merah Putih dapat diproduksi pada pertengahan tahun 2021.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***