kumparan
16 September 2019 18:37

Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin Wafat karena Komplikasi Penyakit

Terpidana kasus penerimaan suap Fuad Amin Imron (tengah) seusai menjalani pemeriksaan di KPK. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pada Senin (16/9) sore. Jenazah Fuad yang merupakan terpidana korupsi dan pencucian uang itu telah berada di ruang jenazah.
ADVERTISEMENT
Direktur Penunjang Medik RSUD Dr Soetomo, dr Hendryan D Subagio, mengatakan Fuad meninggal dunia lantaran mengidap komplikasi penyakit.
“Ya ada komplikasi dirawat. Tapi kami tidak menyebut riwayatnya apa,” ujar Hendryan di lokasi, Senin (16/9).
Hendryan menambahkan, Fuad telah dibantarkan penahanannya dari Lapas Klas I Surabaya sejak Sabtu (14/9). Namun karena penyakit sekaligus umur yang sudah tua, Fuad menghembuskan nafas terakhir pada hari ini.
Fuad Amin (tengah) penuhi panggilan KPK dalam pemeriksaan terkait kasus suap Kalapas Sukamiskin, di Gedung KPK, Senin (22/10). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
“Kita rawat kurang lebih hampir 3 hari, mulai tanggal 14 (September 2019). Penyakit (orang) tua ya. Saya rasa itu yang kita usahakan dirawat dan sebelumnya (sudah dirawat) di RS di Sidoarjo,” terangnya.
Pantauan kumparan, sekitar pukul 17.52 WIB Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tiba di RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Tak banyak bicara, Khofifah masuk ke dalam rumah sakit usai disambut sejumlah dokter.
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, Fuad merupakan terpidana kasus korupsi jual beli gas dan pencucian uang. Ia dihukum pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp 5 miliar subsider satu tahun kurungan.
Fuad juga dikenai pidana tambahan yaitu pencabutan hak memilih dan dipilih dalam pemilu selama lima tahun terhitung sejak Fuad selesai menjalani pidana penjara. Beberapa aset Fuad Amin hasil pencucian uang pun telah disita dan dilelang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan