kumparan
21 Februari 2019 20:50

Eks Panglima GAM Tuding Perusahaan Prabowo Pernah Pekerjakan TKA Cina

Areal PT Tusam Hutani Lestari (THL) di Aceh Tengah yang dikuasai Prabowo. Foto: Dok. Istimewa
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge, Fauzan Azima, menyebut PT Tusam Hutani Lestari (THL), perusahaan milik capres nomor 02 Prabowo Subianto yang berada di Aceh Tengah pernah mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina.
ADVERTISEMENT
Para tenaga kerja itu, kata Fauzan, ditugaskan untuk mengambil dan mengolah getah dari pohon pinus di PT THL, setelah perusahaan itu tidak aktif lagi memasok kayu untuk PT Kertas Kraft Aceh (KKA).
“Tidak ada tenaga resmi yang ada sekarang mereka memanfaatkan getah pinus yang sebenarnya bukan pekerjaan utama,” kata Fauzan, dikonfirmasi, kumparan, Kamis (21/2).
Dikatakan Fauzan, PT THL mempekerjakan TKA asal Cina pada tahun 2015. Di awal-awal tahun itu, perusahaan tersebut juga mengirimkan hasil produksi getah ke Negara Tirai Bambu.
“Awal-awal mereka menjualnya kepada Cina dan memakai tenaga kerja Cina yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka waktu itu ber-base camp di daerah Isaq, Kecamatan Linge. Semua orang sana tahu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, untuk saat ini Fauzan mengaku tidak mengetahui apakah pekerja Cina tersebut masih ada. “Apakah masih ada, saya kurang tahu,” katanya.
Eks Panglima GAM Fauzan Azima. Foto: Dok. Istimewa
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Aceh Tengah Kausarsyah mengatakan sepengetahuan dirinya, tidak ada TKA yang bekerja di PT THL. Sebab perusahaan itu sudah lama tidak aktif dan hanya tinggal lahannya saja.
“Tidak ada lagi pabrik tinggal lahannya saja. Tenaga kerja sudah tidak ada lagi apalagi TKA. Kalau dulu sewaktu ada pabrik PT KKA itu mungkin saja ada. Tapi saya tidak tahu betul, karena kebetulan saya baru dua bulan menjabat di sini (Disnaker),” ujarnya singkat, saat dikonfirmasi.
Dikonfirmasi terpisah, Bagian Perencanaan dan Administrasi Umum PT THL, Husein Canto, mengatakan, aktivitas perusahaan hanya memproduksi getah. Jumlah pekerjanya sekitar 600 orang yang berasal dari lokal dan luar Aceh.
ADVERTISEMENT
“Kalau tenaga kerja tidak ada tenaga asing (Cina). Akan tetapi sebagian memang dari luar seperti Jawa. Mereka dibawa oleh pemborongnya,” ujar Husein. "Tapi di luar itu seperti pembeli, kami tidak tahu. Karena ini dijual ke Medan".
Ketua Fraksi Gerindra DPRA Aceh Abdurrahman Ahmad tak ingin berkomentar soal polemik perusahaan Prabowo yang pernah menggunakan tenaga kerja asing. "Saya konfirmasi ke pimpinan saya. Saya tidak bisa langsung kasih jawaban," ujar dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan