Eks Penyidik Terdakwa Suap Ajukan JC, KPK Akan Pertimbangkan

23 November 2021 18:39
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
KPK buka suara terkait dengan pengajuan Justice Collaborator (JC) oleh eks Penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain. Keduanya mengajukan status JC dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (22/11).
ADVERTISEMENT
Plt juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pada prinsipnya permohonan JC merupakan hak dari para terdakwa. Hak tersebut, kata Ali, perlu dihormati oleh semua pihak dalam proses penegakkan hukum dan keadilan.
Ali menuturkan, terkait pengajuan JC itu, KPK akan menganalisisnya terlebih dahulu.
"Tim akan menganalisis apakah permohonan ini sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan pemberian status JC terhadap terdakwa sebagaimana ketentuan yang berlaku atau belum," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (23/11).
Salah satu yang dipertimbangkan oleh KPK yakni ketentuan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2011. KPK, kata Ali, akan mempertimbangkan pengajuan JC tersebut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Tim Jaksa KPK maupun majelis hakim tentu akan mempertimbangkan secara komprehensif seluruh fakta-fakta dalam persidangan tersebut. Sehingga nantinya akan diputuskan, apakah permohonan dimaksud (JC) dapat dikabulkan atau tidak," kata Ali.
Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: Humas KPK
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: Humas KPK
"Penilaian terhadap kapasitas dan sikap terdakwa selama proses penyidikan hingga persidangan juga menjadi bagian yang akan dipertimbangkan Tim Jaksa," sambung Ali.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, kata Ali, tim jaksa akan menuangkannya dalam surat tuntutan yang akan dibacakan sesuai agenda yang ditetapkan majelis hakim. Apakah akan menerima pengajuan JC tersebut atau akan menolaknya.
Dalam kasusnya, Robin didakwa menerima total suap sebesar Rp 11,5 miliar. Suap dari sejumlah pihak itu diduga terkait pengurusan lima perkara di KPK.
Berikut daftar diduga penyuap AKP Robin:
  • M. Syahrial (Wali Kota Tanjungbalai) sejumlah Rp 1.695.000.000
  • Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000
  • Ajay Muhammad Priatna (Wali Kota Cimahi) sejumlah Rp 507.390.000
  • Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000
  • Rita Widyasari (mantan Bupati Kutai Kartanegara) sejumlah Rp 5.197.800.000
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020