News
·
2 Februari 2021 16:50

Erick Thohir Tegaskan Info RS Pelni Buka Vaksinasi Corona Mandiri Tak Benar

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Erick Thohir Tegaskan Info RS Pelni Buka Vaksinasi Corona Mandiri Tak Benar (339567)
searchPerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir di Bio Farma, Kamis (7/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Vaksinasi corona ditegaskan masih gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. Belum ada keputusan untuk dibukanya vaksinasi jalur mandiri bagi yang ingin dan mampu.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu pihak rumah sakit juga belum boleh membuka layanan vaksinasi berbayar. Semua masih gratis.
Namun hari ini, Selasa (2/2) beredar poster bahwa RS Pelni -- rumah sakit BUMN anak perusahaan PT Pelni (Persero) -- membuka layanan vaksinasi corona mandiri. Lengkap dengan jenis vaksin dan harga yang berbeda-beda.
Vaksin Sinopharm dari G42 dibanderol paling mahal, Rp 2,1 juta per dosis. Paling murah vaksin AstraZeneca, 1 dosis Rp 110 ribu.
Namun poster yang sudah menyebar ke banyak grup WA ini ternyata hoaks. Hal itu dikonfirmasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
"(Poster itu) tidak benar," kata Erick kepada kumparan.
Erick Thohir Tegaskan Info RS Pelni Buka Vaksinasi Corona Mandiri Tak Benar (339568)
searchPerbesar
Hoaks RS Pelni jual vaksin corona. Foto: Dok. Istimewa

Usulan Vaksinasi Mandiri

Usulan vaksinasi mandiri/berbayar belakangan ini memang mencuat. Kalangan pengusaha ingin pemerintah mengizinkan melaksanakan vaksinasi mandiri untuk para karyawannya sehingga kinerja perusahaan bisa kembali digenjot.
ADVERTISEMENT
Ada juga yang menjajaki mendapatkan vaksin mandiri untuk dijual ke publik, meski harganya ditetapkan oleh pemerintah.
Terkait hal ini, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Alia Karenina, menyatakan hingga saat ini pemerintah masih melakukan berbagai kajian dan skema yang mungkin dipakai ketika opsi vaksin mandiri akan dilakukan di Indonesia.
"Tata cara pembelian, kerja sama, jenis dan distribusi vaksin mandiri masih dalam pembahasan, karena sampai saat ini barangnya (vaksin tersebut) masih belum tersedia," kata Alia Karenina dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (26/1).