kumparan
20 Feb 2019 23:44 WIB

Fadli Zon Nilai Kasus Ahmad Dhani Operasi Politik Rugikan Prabowo

Fadli Zon mengunjungi Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menilai kasus ujaran 'idiot' yang menyeret musisi Ahmad Dhani ke meja hijau di Pengadilan Negeri Surabaya merupakan operasi politik dari kubu lawan. Ia beranggapan operasi politik itu dilakukan untuk merugikan partainya.
ADVERTISEMENT
Terlebih, Ahmad Dhani tercatat sebagai caleg Gerindra. Selain merugikan Gerindra, menurut dia, operasi politik juga untuk menurunkan elektabilitas paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.
"Saya kira menjadi bagian dari suatu operasi politik, operasi politik untuk merugikan Gerindra. Karena dengan begitu kita kehilangan salah satu jurkam (Prabowo-Sandi) dan yang bersangkutan sendiri adalah caleg yang juga berkampanye untuk dirinya dan untuk partai," kata Fadli usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/2).
"Jadi ini adalah operasi politik dari lawan politik," tegasnya.
Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan ketiga di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara/Didik Suhartono
Kendati demikian, Fadli Zon enggan menanggapi saat ditanya terkait siapa lawan politik yang dimaksud. "Pikir apa sendiri," jelasnya.
Fadli mengatakan ucapannya bukan tanpa alasan karena menurutnya proses penanganan kasus yang terjadi saat ini tebang pilih.
ADVERTISEMENT
"Kalau kita lihat kasus-kasus yang dilaporkan oleh lihak lain, termasuk oleh saya sendiri, itu tidak jelas sampai sejauh mana. Sementara, kayak kasus terhadap Ahmad Dhani, pada tokoh-tokoh yang kritis-kritis, seniman, kiai, ulama, yang kritis itu langsung seperti ditindaklanjuti langsung dengan pengadilan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadli menceritakan tak lama menjenguk Ahmad Dhani. Dalam pertemuan itu, Fadli mengungkapkan, hanya bisa memberi nasihat kepada Ahmad Dhani untuk selalu sabar menghadapi persidangan. Terlebih, sidang berikutnya ditunda hingga Selasa (26/2).
"(Bertemu) Sepintas saja, (nasihat) untuk sabar dan menjalani hukuman. Saya tanya proses hukumnya seperti apa, karena dia juga aspirasinya dia ingin selesailah, supaya ada kepastian, dalam hal ini proses ini kan sidang tertunda lagi karena saksi dan sebagainya," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan