Fahira Idris Kecam Promo Miras Holywings Nama Muhammad dan Maria: Harus Disanksi

24 Juni 2022 19:38
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kondisi Holywings Pondok Indah Menjelang Konvoi GP Anshor, Jumat (24/6). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Holywings Pondok Indah Menjelang Konvoi GP Anshor, Jumat (24/6). Foto: Zamachsyari/kumparan
ADVERTISEMENT
Anggota DPD RI Fahira Idris mengecam promosi minuman keras di Holywings yang menyematkan nama Muhammad dan maria.
ADVERTISEMENT
Manajemen Holywings sudah menyampaikan dan permintaan maaf fan memberikan sanksi berat kepada tim promosinya.
Namun, Fahira mengatakan, kasus ini tetap harus diusut meski sudah ada permintaan maaf dari manajemen.
“Terlepas mereka sudah sungguh-sungguh meminta maaf dan insyaallah dimaafkan, tetapi tetap harus ada konsekuensi dan sanksi karena ini benar-benar sudah meresahkan," kata dia.
"Saya menunggu transparansi penyelesaian internal kasus ini dari manajemen Holywings. Dalam tempo yang secepat-cepatnya, manajemen Holywings harus memberi penjelasan kronologis sehingga promo miras yang meresahkan itu bisa terjadi," lanjut dia.
Senator DKI itu mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab membuat dan memposting promo tersebut. Kemudian apa sanksi berat yang diberikan kepada tim promosinya.
"Saya juga meminta otoritas terkait ikut mengusut kasus ini sesegera mungkin dan jika terbukti ada pelanggaran harus ada sanksi tegas,” ucap dia.
ADVERTISEMENT
Fahira mengungkapkan, dirinya tidak habis dengan ide promo gratis miras yang mengaitkan dengan unsur agama ini. Menurutnya, selebaran promo miras itu adalah provokasi dari pada promosi.
Anggota DPD RI Fahira Idris mendatangi Mapolda Metro Jaya, Senin (4/11). Foto: Raga Imam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPD RI Fahira Idris mendatangi Mapolda Metro Jaya, Senin (4/11). Foto: Raga Imam/kumparan
Ia juga meminta otoritas dan dinas terkait melakukan audit apakah aturan penjualan dan ketentuan promo miras yang dilakukan di restoran, kelab malam dan bar di seluruh Jakarta sudah sesuai aturan.
Misalnya, soal ketentuan usia pembeli yaitu wajib 21 tahun ke atas dengan menunjukkan KTP.
“Kasus ini memang membuat keresahan, tetapi saya meminta kita semua bisa menahan diri. Oleh karena itu, agar situasi lebih kondusif, sekali lagi saya mengingatkan manajemen Holywings untuk menjelaskan penyelesaian internal seperti apa yang sudah, sedang dan akan mereka lakukan ke masyarakat," kata Fahira.
ADVERTISEMENT
"Otoritas dan dinas terkait juga harus memberikan penjelasan dan sikap mereka atas kasus ini,” pungkas Fahira Idris.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020