Fahri Hamzah

Fahri Hamzah Nasihati Mahasiswa Pendemo: Lagu Kami Hati-hati Provokasi

27 September 2019 20:15 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Fahri Hamzah saat peluncuran buku di Pressroom DPR, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fahri Hamzah saat peluncuran buku di Pressroom DPR, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Fahri Hamzah adalah satu dari sekian banyak aktivis 98 yang ikut menumbangkan rezim Orde Baru. Saat era aktivisme itu, Fahri menjadi ketua umum pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua DPR itu mengaku dulu juga kerap berdemonstrasi. Kini dia menyampaikan beberapa kritiknya kepada aksi mahasiswa berlangsung beberapa hari ini, yang akhirnya tak bisa menghindari bentrokan dengan aparat.
"Saya imbau pada mahasiswa, dulu kami waktu demo, lagu kami itu hati-hati provokasi," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9).
"Jangan biarkan aparat main senjata karena kita provokasi. Kita enggak mau itu, mahasiswa akan berdialog, mahasiswa mau damai, mau dialog, tidak mau kena gas air mata apalagi kena peluru segala macam. Maka approach (pendekatan) itu yang kita lakukan, jangan memancing," sambungnya.
Politikus asal NTB itu menyayangkan beberapa pengerusakan fasilitas negara akibat aksi demonstrasi. Dia mengatakan, pengrusakan fasilitas negara tak ada dalam gerakan aksi mahasiswa.
ADVERTISEMENT
"Jangan biarkan ada, apalagi perusakan pos polisi, membakar mobil tentara, itu tak benar. Tak ada dalam abjad demonstrasi mahasiswa ,apalagi saya dulu gitu, kita menghindar, enggak boleh," tuturnya dengan nada tinggi.
Sebab, Fahri mengingatkan, jika demonstrasi mahasiswa membuat negara kacau yang bisa mengendalikan situasi hanya pasukan bersenjata, mahasiswa tak punya daya untuk itu.
"Kita enggak punya senjata, cuma bisa ngomong, tetapi kalau Anda biarkan kekacauan itu, yang datang yang bersenjata. Apa kita mau negara kita dipimpin pasukan bersenjata? Saya enggak mau, janganlah, kita sudah reformasi agak jauh," sebutnya.
Soal rencana pertemuan Presiden Jokowi dengan BEM Seluruh Indonesia hari ini, yang kemudian tidak jadi, Fahri enggan menanggapi. Sebab dia mengaku sudah lima hari di DPR, namun tak ada mahasiswa yang datang untuk berdialog menyampaikan padangannya.
ADVERTISEMENT
"Saya saja sudan empat lima hari nunggu di sini enggak ada yang datang. Ini mahasiswa (jika) datang saya hadapi semua. Saya enggak lari. Sekali lagi kembangkan berpikir, kembangkan dialog, jangan biarkan pasukan bersenjata yang berbicara karena ada kekacauan. Itu lagu kita sejak dulu: hati-hati provokasi. Maksudnya jangan undang pasukan bersenjata, enggak normal Republik ini kalau banyak orang bersenjata, kita mau berpikir, mau dialog," bebernya.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten