Fakta-fakta Perampok Bank di Jaksel: Terlilit Utang; Pelaku Terinspirasi Film

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polres Metro Jakarta Selatan gelar jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polres Metro Jakarta Selatan gelar jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa

Aksi percobaan perampokan terjadi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (5/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam aksi tersebut pelaku membawa sepucuk pistol jenis airsoft gun.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelaku berinisial BS (43). Dia menodongkan senjata miliknya itu ke arah orang-orang yang berada di dalam bank.

"Ditodongkan kepada staf maupun kepada karyawan yang ada di bank. Dengan ancaman untuk tiarap dan untuk menuruti apa yang menjadi keinginan tersangka," ujar Budhi dalam jumpa pers, Rabu (6/4).

Namun salah satu petugas keamanan bank berinisial F enggan mengikuti perintah pelaku. Dia tetap berdiri menantang si pelaku. Belakangan diketahui senjata milik pelaku bukanlah senjata api.

"Tersangka kemudian marah dan menembakkan senjata yang dia bawa dan ternyata dari letusan maupun akibat yang ditimbulkan dari tembakan itu bukan senjata api," jelas Budhi.

Disaat yang bersamaan, ada patroli petugas kepolisian yang tengah melintas di daerah tersebut. Pelaku kemudian langsung diringkus berkat kerja sama dengan petugas keamanan bank.

Bagaimana fakta kasus perampokan di siang bolong itu? Berikut dirangkum Rabu (6/4):

Pelaku Pekerja di Bank Lain dengan Gaji Rp 60 Juta

Pelaku berinisial BS (43) juga merupakan pekerja bank, tapi di bank swasta lain.

"Jadi yang bersangkutan sebenarnya dari latar belakangnya, yang bersangkutan adalah pegawai di salah satu bank swasta," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dalam jumpa pers, Rabu (6/4).

Budhi menyebut, jabatan pelaku saat bekerja di bank tersebut yang terbilang tinggi, di bagian HRD. Dia juga memiliki penghasilan Rp 60 juta setiap bulannya.

"Posisinya cukup bagus sebenarnya, staf HRD. Dan kalau dilihat dari penghasilan atau gajinya itu sudah cukup besar, kalau enggak salah Rp 60 juta per bulan," beber Budhi.

kumparan post embed

Pelaku Ternyata Memiliki Utang

Ilustrasi Pencuri rumah Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Motif pelaku merampok karena ternyata memiliki utang yang mesti dibayarkannya dalam waktu dekat. Hal itu kemudian membuatnya nekat merampok bank.

"Yang bersangkutan harus membayar utangnya dan terus dikejar oleh yang meminjamkan utangnya, sehingga dia timbul pikiran nekat untuk melakukan kejahatan," kata Kombes Pol Budhi.

Aksi pelaku berhasil digagalkan oleh petugas keamanan bank. Meski melengkapi diri dengan sepucuk pistol jenis airsoft gun dan senjata tajam.

Terinspirasi dari Film

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelaku melancarkan aksinya karena terinspirasi dari film.

"Dan ini sekali lagi dipengaruhi oleh film yang dia tonton. Bahwa karena mungkin selama ini pandemi, banyak WFH, kemudian banyak menonton tv, dia mempraktikkan ini," ujar Budhi dalam jumpa pers, Rabu (6/4).

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku telah mensurvei beberapa bank di kawasan yang sama. Dia telah memetakan bank mana yang sepi pada saat tertentu.

"Namun kemudian tersangka menentukan Bank Pembangunan Daerah ini karena melihat bank ini cukup sepi sehingga bisa tersangka ini menganggap leluasa untuk melakukan aksinya," terang Budhi.

Atas kejadian ini, Budhi mengimbau kepada para masyarakat agar tak mudah terpengaruh film. Selain itu perlu selektif dalam memilih film yang akan ditonton.

kumparan post embed