Febri soal Diminta Usut Dugaan Gratifikasi Putri-Sambo: Kami Fokus Pada Perkara

30 September 2022 19:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Febri Diansyah. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Febri Diansyah. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah, merespons pernyataan kuasa hukum Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak. Kamaruddin meminta Febri untuk mengusut dugaan gratifikasi yang dilakukan Putri.
ADVERTISEMENT
Menurut Febri, saat ini pihaknya masih fokus menangani perkara kasus pembunuhan berencana yang melibatkan kliennya.
"Kami fokus saat ini pada perkara yang sedang proses dan sudah dinyatakan lengkap yaitu dugaan pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dalam konteks ibu putri dikaitkan dengan Pasal 55 dan Pasal 56," kata Febri di Bareskrim Polri, Jumat (30/9).
Saat ini, berkas perkara kasus pembunuhan tersebut telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan. Hal itu lantas yang menjadi fokus Febri ke depannya.
"Nanti kami lihat dulu berkas perkaranya tentu fokus kami ke sana gitu," tuturnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak, meminta kepada Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang untuk membimbing kliennya itu ke jalan yang benar.
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi mantan pegawai KPK itu yang kini menjadi penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
ADVERTISEMENT
Kamaruddin menilai, Sambo dan Putri telah menyuap ajudan dan sejumlah lembaga demi menutupi kasus pembunuhan Yosua.
"Karena dia mantan KPK, berarti KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan ibu PC dan Ferdy Sambo, konon diduga mengirimkan doa-doa [dorongan amplop] baik pada ke ajudan yang terlibat maupun LPSK dan lembaga lainnya," kata Kamaruddin di Hotel Santika, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (29/9).
Sehingga, lanjut dia, Febri dan Rasamala yang mantan pegawai KPK dapat meluruskan aksi suap tersebut. Mereka diharapkan dapat membawa Sambo dan Putri ke jalan yang benar.
"Oleh karena itu, dia harus menasihatkan mengapa kliennya mengirim kan doa-doa itu. Maka karena dia mengetahui, buka saja, karena itu perbuatan melanggar hukum," ucap Kamaruddin.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·