kumparan
search-gray
Politik16 Juni 2019 17:11

Ferdinand: Ada Permintaan Agar Senior yang Desak KLB Dikeluarkan

Konten Redaksi kumparan
Konferensi Pers Partai Demokrat, Imelda, Ferdinand
Imelda dan Ferdinand saat konferensi pers Partai Demokrat terkait kasus Andi Arief di DPP Demokrat, pada Senin (4/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sejumlah politikus senior Partai Demokrat menyuarakan penyelamatan partai dengan mengusulkan Kongres Luar Biasa (KLB), karena perolehan suara Demokrat di Pileg 2014 merosot dan di Pilpres 2019 tak jadi pemain.
ADVERTISEMENT
Mereka yaitu Max Sopacua, Ishak Yusuf, Ahmad Mubarak, juga meminta DPP Demokrat menertibkan tiga kader yang dianggap berkomentar tak sejalan kaidah partai yaitu Ferdinand Hutahaean, Andi Arief, dan Rachland Nashidik.
Merespons itu, Ferdinand Hutahaean, menyebut rilis dari para senior Demokrat itu hanya riak kecil partai yang tak peru ditanggapi.
"Kami itu biasa biasa santai saja, tidak perlu menanggapi statement yang tak perlu dikeluarkan dan bahkan ditanggapi," kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat itu saat dihubungi, Minggu ( 16/6).
"Juga penolakan KLB itu muncul semua dari pemilik suara yang tidak ada masalah selama ini. Ini hanya riak-riak saja dan tidak terlalu penting," lanjutnya.
Ferdinand justru menyebut banyak permintaan dari internal partainya untuk memberikan sanksi terhadap senior partainya tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan mereka dari keanggotaan partai.
ADVERTISEMENT
"Banyak yang meminta agar yang bersangkutan keluar dari partai. Yang jelas kami sikapnya menyerahkan sepenuhnya pada Dewan Kehormatan. Ini menjadi wewenang di apakah akan memberikan sanksi atau tidak," jelasnya.
Sebelumnya, para senior Demokrat tersebut menyesalkan ulah sejumlah kader yang kerap bicara tentang partai, namun memicu kegaduhan. Anggota Majelis Tinggi PD, Max Sopacua, mendesak DPP mengevaluasi ulah ketiga kader tersebut yang dianggap berbicara tidak sejalan dengan marwah Demokrat.
"Mendengar dan menghayati opini dan aspirasi rakyat yang berkembang terkait Pemilu 2019 maupun pasca-Pemilu 2019, atas pernyataan beberapa kader atau pengurus PD antara lain Ferdinan Hutahahean, Rachland Nashidik, dan Andi Arief, yang kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri PD sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan, membenturkan PD dengan partai, tokoh dan komunitas lainnya, khususnya terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap PD,” ungkap Max saat gelar konferensi pers di Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Kamis (13/6).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white