kumparan
10 September 2018 12:24

FLIGHT Minta KLHK Tetap Lindungi Cucak Rowo dan Murai Batu

Aksi demonstrasi Flight: Protecting Indonesia’s Birds di Gedung Kementrian LHK, (Foto: Eny Immanuella Gloria)
Yayasan Terbang Indonesia - FLIGHT berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Mereka membawa poster dan spanduk.
ADVERTISEMENT
Massa yang bedemonstrasi berjumlah sekitar 20 orang, Senin (10/9). “Tolak Dikeluarkannya Murai Batu, Jalak Turen, dan Cucak Rawa dari Daftar Status Dilindungi” demikian tulisan di spanduk mereka. Unjuk rasa yang masih berlangsung hingga saat ini terpantau kondusif dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
FLIGHT, yang merupakan kelompok konservasi lingkungan yang fokus utamanya melindungi burung dan habitatnya, meminta agar KLHK konsisten melindungi burung Cucak Rawa, Jalak Suren, dan Murai Batu sebagai satwa yang dilindungi.
Dalam aksinya, FLIGHT mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 20 tahun 2018, bahwa burung Cucak Rawa, Jalak Suren, dan Murai Batu termasuk ke dalam jenis satwa yang dilindungi.
Aksi demonstrasi Flight: Protecting Indonesia’s Birds di Gedung Kementrian LHK, (Foto: Eny Immanuella Gloria)
Menurut keterangan dari FLIGT, mulai awal september 2018 status tiga burung tersebut dihapuskan dari daftar satwa yang dilindungi. Dikeluarkannya tiga burung ini tidak sampai dua bulan sejak keluarnya permen tersebut.
ADVERTISEMENT
FLIGHT menilai pengeluaran tiga jenis burung ini merupakan respons Kementerian LHK terhadap “Kicaumania” atau kelompok penjual burung kicau yang merasa dirugikan akibat peraturan pemerintah tersebut.
Padahal, Data dari International Union for Conservation of Nature dan Birdlife International menyebutkan bahwa populasi selama 10 tahun terakhir populasi Cucak Rawa berkurang sekitar 50-79% dan diduga jumlahnya hanya 2.500 di alam. Oleh karena itu, melalui unjuk rasa ini FLIGHT berupaya untuk memperjuangkan status ketiga burung tersebut sebagai satwa yang dilindungi.
Pertemuan antara pihak Flight : Indonesia’s Protecting Birds dengan Kementrian LHK . (Foto: Eny Immanuella Gloria)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan