kumparan
search-gray
News13 Maret 2020 12:09

Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir

Konten Redaksi kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144818)
Aktivis Greenpeace mengenakan hazmat dan masker saat gelar aksi damai kreatif sebagai Peringatan 9 Tahun Bencana Fukushima, di depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Aktivis Greenpeace menggelar aksi damai kreatif sebagai peringatan 9 tahun bencana Fukushima di Jepang, di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
Dengan mengenakan kostum hazmat, para aktivis ingin mengingatkan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan soal besarnya potensi bahaya nuklir dalam skala besar.
Bencana yang disebabkan oleh penggunaan energi nuklir dalam skala besar ini telah memberikan dampak negatif yang signifikan khususnya terhadap manusia dan lingkungan.
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144819)
Sejumlah aktivis Greenpeace berjalan menuju gedung DPR RI, Jakarta, saat aksi damai melawan kebijakan nuklir, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144820)
Aktivis mengenakan pakaian hazmat sambil membawa atribut, berjalan menuju DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144821)
Aktivis mengenakan pakaian hazmat sambil membawa atribut, berjalan menuju DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144822)
Sejumlah aktivis Greenpeace saat gelar aksi melawan kebijakan nuklir, di depan DPR RI, Jakarta, saat gelar aksi damai, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Bencana gempa bumi 9 magnitudo dan tsunami terjadi di prefektur Fukushima Jepang, pada 11 Maret 2011 lalu. Kejadian yang menewaskan 15.869 penduduk tersebut merupakan gempa terkuat yang pernah tercatat di Asia.
Dahsyatnya peristiwa tersebut mengakibatkan bocornya reaktor nuklir Fukushima Daiichi. Sejarah mencatatnya sebagai bencana nuklir terbesar kedua setelah peristiwa Chernobyl pada 1986.
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144823)
Aktivis Greenpeace memasang garis kuning di pintu gerbang DPR RI, Jakarta, saat gelar aksi damai, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144824)
Aktivis Greenpeace memasang garis kuning di pintu gerbang DPR RI, Jakarta, saat gelar aksi damai, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144825)
Sejumlah aktivis Greenpeace saat gelar aksi melawan kebijakan nuklir, di depan DPR RI, Jakarta, saat gelar aksi damai, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144826)
Aktivist mengenakan pakaian hazmat sambil membawa atribut, berjalan menuju DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144827)
Seorang petugas memotong tanaman, di hadapan para aktivist yang melakukan aksi damai, di depan DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Foto: Aksi Aktivis Greenpeace Berbaju Hazmat Tolak Nuklir (144828)
Greenpeace saat gelar aksi damai kreatif sebagai Peringatan 9 Tahun Bencana Fukushima, di depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white