Foto: Aksi Pecalang Tegur Warga Bali yang Keluar Rumah Usai Nyepi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali melintas saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di kawasan Kuta, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali melintas saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di kawasan Kuta, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memberikan imbauan kepada masyarakat yang keluar rumah dan masih membuka tempat usahanya di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (26/3).

Aksi tersebut dilakukan setelah Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan imbauan agar seluruh masyarakat Bali tetap berada di rumah masing-masing pada Kamis (26/3) atau satu hari setelah Hari Raya Nyepi untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pecalang memeriksa surat keterangan kerja milik warga yang melintas di Tabanan, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Mereka juga memeriksa sejumlah warga yang melintas di Tabanan, Bali. Penjagaan dilakukan di setiap perbatasan desa / kota dengan melibatkan unsur pecalang, TNI dan Polri untuk mengurangi lalu lalang orang.

Pecalang memeriksa sejumlah warga yang melintas di Tabanan, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pecalang memberikan imbauan kepada dua orang anak untuk segera kembali ke rumah di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menutup tempat usaha di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

*******

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!