News
·
28 Juli 2020 11:24

Foto: Aksi Protes Narapidana dari Atap Penjara di Bolivia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Aksi Protes Narapidana dari Atap Penjara di Bolivia (56771)
Sejumlah narapidana melakukan protes di atap penjara San Sebastian di Cochabamba, Bolivia, Senin (27/7). Foto: Danilo Balderrama/REUTERS
Sejumlah narapidana berunjuk rasa di atap penjara San Sebastian, di Cochabamba, Bolivia, Senin (27/7) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, aksi ini dipicu karena kematian seorang narapidana yang diduga terinfeksi virus corona. Mereka meminta pemerintah untuk memberikan bantuan medis berupa obat-obatan dan akses dokter.
"Kami mendesak masuknya tim medis untuk melakukan evaluasi di dalam fasilitas penjara untuk mencegah lebih banyak kematian," kata ombudsman Cochabamba, Nelson Cox.
Foto: Aksi Protes Narapidana dari Atap Penjara di Bolivia (56772)
Sejumlah narapidana melakukan protes di atap penjara San Sebastian di Cochabamba, Bolivia, Senin (27/7). Foto: Danilo Balderrama/REUTERS
Menurut Cox, sebanyak 8 napi telah meninggal dengan gejala COVID-19. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa virus akan menyebar ke seluruh populasi penjara. Tidak ada obat-obatan yang disediakan di dalam penjara.
Pihak berwenang telah melaporkan lebih dari 60 kematian akibat virus corona di sistem penjara Bolivia, yang penuh sesak dengan kapasitas lebih dari 240%. Sementara itu masih ada beberapa kematian lain dalam beberapa bulan terakhir namun tidak terkonfirmasi karena kurangnya pengujian virus corona.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.)