Foto: Anak-anak di Kolombia Belajar Identifikasi Ranjau Darat

22 Juli 2021 7:36
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anggota badan amal pembersihan ranjau darat internasional HALO Trust mengajari cara mengidentifikasi ranjau anti-personil di Carmen de Viboral, Kolombia. Foto: Santiago Mesa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anggota badan amal pembersihan ranjau darat internasional HALO Trust mengajari cara mengidentifikasi ranjau anti-personil di Carmen de Viboral, Kolombia. Foto: Santiago Mesa/REUTERS
ADVERTISEMENT
Sebuah organisasi nirlaba pembersihan ranjau darat internasional HALO Trust mengajari anak-anak cara mengidentifikasi ranjau darat di Carmen de Viboral, Kolombia.
ADVERTISEMENT
Selama perang saudara di Kolombia, ranjau darat ditempatkan oleh kelompok bersenjata di seluruh zona konflik.
Sejak 2013, Halo Trust Foundation telah membuat program untuk menonaktifkan ranjau di wilayah Antioquia, Meta, Tolima, Cauca, Valle del Cauca, Narino dan Putumayo.
Anggota badan amal pembersihan ranjau darat internasional HALO Trust mengajari seorang anak cara mengidentifikasi ranjau anti-personil di Carmen de Viboral, Kolombia. Foto: Santiago Mesa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anggota badan amal pembersihan ranjau darat internasional HALO Trust mengajari seorang anak cara mengidentifikasi ranjau anti-personil di Carmen de Viboral, Kolombia. Foto: Santiago Mesa/REUTERS
Mereka mengajari anak-anak dan komunitas mereka tentang risiko ranjau dan apa yang harus dilakukan jika mereka menemukannya.
"Anak-anak tidak tahu bagaimana mengidentifikasi artefak peledak dengan benar. Ini selalu dan masih menjadi perhatian”, kata tokoh masyarakat Juliana Arango.
Seorang anak melihat poster cara mengidentifikasi ranjau anti-personil di Carmen de Viboral, Kolombia. Foto: Santiago Mesa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak melihat poster cara mengidentifikasi ranjau anti-personil di Carmen de Viboral, Kolombia. Foto: Santiago Mesa/REUTERS
Menurut Halo Trust Foundation, sejak tahun 1990 sekitar 12 ribu orang terluka atau meninggal karena bahan peledak yang tidak meledak ini.
"Kami mencoba menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat, untuk mengurangi masalah ranjau dan juga mengurangi kecelakaan yang diakibatkannya," kata Juan Jose Granada, salah satu anggota HALO Trust.
ADVERTISEMENT
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020