kumparan
6 Maret 2019 16:59

Foto: ISIS Dipukul Mundur dari Kota Terakhir yang Dikuasainya

ISIS Menyerah, Baghouz
Gumpalan asap hitam membumbung di Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
Ratusan tentara ISIS menyerah dalam pertempuran terakhir mereka di kota Baghouz, Suriah. Akan tetapi, pertempuran tersebut masih menyisakan sekitar 1.000 pengikut ISIS yang masih bercokol di Baghouz.
ADVERTISEMENT
Hanya beberapa titik di wilayah barat yang masih dikendalikan kelompok teroris ini.
ISIS berhasil dipukul mundur oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF). Kelompok militer itu merupakan musuh utama Presiden Suriah Bashar Al-Assad namun dibekingi Barat.
ISIS Menyerah, Baghouz
Seorang pejuang Pasukan Demokrat Suriah (SDF) menembakkan senjata di Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
Pertempuran melawan ISIS di Baghouz, Suriah
Pertempuran melawan ISIS di Baghouz, Suriah Foto: Reuters/Rodi Said
Pertempuran melawan ISIS di Baghouz, Suriah
Pertempuran melawan ISIS di Baghouz, Suriah Foto: Reuters/Rodi Said
ISIS Menyerah, Baghouz
Seorang pejuang Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berdoa di Baghouz, provinsi Deir Al Zor Foto: REUTERS / Rodi Said
Dikutip reuters, pasukan ISIS yang menyerah dalam peperangan terakhir itu berasal dari berbagai negara, seperti Uzbekistan dan Turkmenistan.
Baghouz merupakan kota terakhir yang dikuasai ISIS di Suriah. Sebelumnya, SDF telah berhasil merebut kota besar yang menjadi markas dari pasukan ISIS seperti Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak.
ISIS Menyerah, Baghouz
Seorang wanita berdiri dengan barang-barangnya di dekat Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
ISIS Menyerah, Baghouz
Seorang wanita duduk di atas selimut di dekat Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
ISIS Menyerah, Baghouz
Suasana di dekat Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
ISIS Menyerah, Baghouz
Seorang anak lelaki menatap kamera di dekat Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
ISIS Menyerah, Baghouz
Anak laki-laki ibadah bersama di dekat Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
ISIS Menyerah, Baghouz
Seorang pejuang Pasukan Demokrat Suriah (SDF) duduk di atas kendaraan di dekat Baghouz. Foto: REUTERS / Rodi Said
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan