kumparan
search-gray
News30 Juni 2020 18:31

Foto: Karantina Dua Dokter di Filipina usai Rawat Pasien Corona

Konten Redaksi kumparan
Filipina-Jan Claire Dorado
Jan Claire Dorado, dokter yang merawat pasien corona berbincang dengan ibunya lewat jendela plastik ruang isolasi di Quezon City, Metro Manila, Filipina. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
Setelah mengambil pekerjaan sebagai dokter yang merawat pasien terinfeksi virus corona di ruang gawat darurat COVID-19 di salah satu rumah sakit di Filipina, Dokter Jan Claire Dorado berencana untuk pindah rumah. Hal ini dilakukan demi melindungi keluarga dan kerabatnya dari risiko terinfeksi.
ADVERTISEMENT
Namun, orang tua Dorado bersikeras agar anak berusia 30 tahun itu untuk tetap tinggal di rumah bersama keluarganya. Ayah Dorado pun berinisiatif membangun ruang isolasi untuk tempat tinggal sementara Jan Claire Dorado.
Ketika dia pulang bertugas merawat pasien yang terinfeksi corona di rumah sakit, makan malamnya telah disiapkan di atas meja yang ditempatkan di luar pintu kamar.
Filipina-Jan Claire Dorado
Dokter Jan Claire Dorado merawat pasien yang terinfeksi virus corona di East Avenue Medical Center, di Quezon City, Metro Manila, Filipina. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
"Bagian tersulit adalah menjauh dari mereka. Aku sangat merindukan mereka," kata Dorado, yang menyapa anggota keluarga dari balik jendela plastik di dinding yang dilapisi kertas timah.
Orang tuanya dianggap berisiko tinggi terpapar virus corona, Dorado juga mengatakan pernah menolak permintaan pelukan ibunya.
Ratusan pekerja medis Filipina telah terinfeksi oleh virus corona dan lebih dari 30 orang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Hal serupa dirasakan Mica Bastillo, dokter anak yang kini menjadi merawat pasien virus corona di rumah sakit anak di Manila yang menjadi rumah sakit rujukan sejak bulan April.
"Keluarga saya berfikir untuk meminta saya mengundurkan diri, tapi kemanapun aku pergi, aku harus menghadapi COVID," kata Mica Bastillo.
Filipina-Mica Bastillo
Mica Bastillo, dokter anak yang ditugaskan untuk merawat pasien corona melihat keluarganya di balik pintu rumah di Kota Marikina, Filipina. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
Dengan ayah dan saudara perempuannya berjuang melawan kondisi medis, keluarganya membangun tenda darurat di sebelah rumahnya untuk Bastillo, yang mereka juluki 'karantina'.
Terbuat dari lembaran plastik untuk mencegah hujan, memungkinkan Bastillo untuk bersama keluarganya pada jarak yang aman.
Filipina-Mica Bastillo
Mica Bastillo, dokter anak yang ditugaskan untuk merawat pasien corona bergabung dengan keluarganya untuk doa malam sambil menjaga jarak sosial di rumahnya. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
"Ibuku meletakkan tirai dan taplak meja agar terlihat seperti rumah. Dan kakakku menambahkan lembaran plastik. Itu adalah upaya keluarga yang nyata," kata Bastillo yang masih ikut bergabung berdoa malam dengan memakai masker dan menerapkan jaga jarak aman sosial (social distancing).
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white