News
·
3 Juni 2021 14:52
·
waktu baca 1 menit

Foto: Mencari Nafkah di Irak dengan Memanen Garam

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Mencari Nafkah di Irak dengan Memanen Garam (715957)
searchPerbesar
Warga mengumpulkan garam yang nantinya akan di jual ke pasar di sebuah kolam garam di kota Diwaniyah, Irak. Foto: Alaa Al-Marjani/REUTERS
Mengumpulkan garam dan kemudian disimpan ke dalam karung merupakan kegiatan Umm Mohammed untuk mencari nafkah. Dia anggota kelompok pemanen garam dari kolam garam alami.
ADVERTISEMENT
Terletak di dekat jalan menuju kota Diwaniyah, Irak, tambak garam alami bisa ditemukan dan memberikan sedikit pendapatan.
Foto: Mencari Nafkah di Irak dengan Memanen Garam (715958)
searchPerbesar
Warga mengumpulkan garam yang nantinya akan di jual ke pasar di sebuah kolam garam di kota Diwaniyah, Irak. Foto: Alaa Al-Marjani/REUTERS
Setiap hari, mereka menjual hasil panen ke pedagang lokal dengan harga sekitar 500 dinar Irak (USD 0,34) atau sekitar Rp 4.800 per 30 kilogram garam.
Pemanenan garam alami adalah kegiatan musiman yang berlangsung selama beberapa bulan setelah air hujan musim dingin menguap di awal musim panas.
Foto: Mencari Nafkah di Irak dengan Memanen Garam (715959)
searchPerbesar
Warga mengumpulkan garam yang nantinya akan di jual ke pasar di sebuah kolam garam di kota Diwaniyah, Irak. Foto: Alaa Al-Marjani/REUTERS
Abu Mohammed, pedagang yang membeli garam dari para pemanen, lalu menjualnya ke bengkel perawatan kulit domba di Najaf.
Garam tersebut digunakan untuk mengawetkan kulit. Garam ditaburkan ke kulit dan digosok dengan tangan sebelum kulit dijual kembali.
***