kumparan
16 April 2019 14:58

Foto: Naik Turun Bukit hingga Terobos Sungai demi Logistik Pemilu

Personel TNI dan Polri mengawal distribusi logistik Pemilu serentak 2019 ke kawasan Taman Nasional Meru Betiri Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Tempurejo, Jember, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Seno
Komisi Pemilihan Umum setiap daerah sudah mulai mendistribusikan logistik Pemilu serentak 2019 ke setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Distribusi logistik pemilu di sejumlah daerah, khususnya wilayah terpencil harus dilalui dengan medan yang terjal dan ekstrem.
ADVERTISEMENT
Pengiriman logistik Pemilu serentak 2019 ke Taman Nasional Meru Betiri Dusun Bandaelit, Desa Tempurejo Jawa Timur hanya bisa dilalui dengan jalan setapak. Dengan bantuan kuda, petugas PPK Kecamatan, Polri dan TNI harus berjalan di atas lumpur ketika hujan dengan kondisi jalanan yang menanjak.
Personel TNI dan Polri mengawal distribusi logistik Pemilu serentak 2019 ke kawasan Taman Nasional Meru Betiri Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Tempurejo, Jember, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Seno
Personel TNI dan Polri mengawal distribusi logistik Pemilu serentak 2019 ke kawasan Taman Nasional Meru Betiri Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Tempurejo, Jember, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Seno
Di Kabupaten Tegal, pendistribusian logistik Pemilu 2019 dibantu dengan mobil offroad. Distribusi ke desa terpencil oleh KPU, Bawaslu, Polres Tegal dan TNI tersebut terpaksa menggunakan kendaraan offroad karena melintasi jalan hutan bukit yang rusak dengan jarak 15 kilometer. Dengan waktu tempuh dua jam, sesekali petugas harus mengecek kendaraan offroad yang mengalami kerusakan di kawasan hutan.
Kendaraan offroad melintas di kawasan hutan saat mengangkut logistik Pemilu 2019 di dukuh Karangsari, Desa Wot Galih, Jatinegara, Kabupaten Tegal. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Sejumlah petugas mengecek kendaraan offroad mengalami kerusakan di kawasan hutan saat mengangkut logistik Pemilu 2019 di dukuh Karangsari, Desa Wot Galih, Jatinegara, Kabupaten Tegal. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Pekerja mengangkat logistik Pemilu 2019 di dukuh Karangsari, Desa Wot Galih, Jatinegara, Kabupaten Tegal. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Pendistribusian logistik Pemilu serentak 2019 menggunakan mobil pikap dilakukan KPU, Bawaslu Gorontalo. Melintasi sungai dan jalanan yang rusak, sejumlah petugas harus mendistribusikan 15 kotak suara untuk tiga TPS yang terjauh dari Desa tersebut.
Mobil pengangkut yang membawa logistik Pemilu untuk Desa Malahu melintasi sungai di Desa Bulota, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo. Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Mobil pengangkut yang membawa logistik Pemilu untuk Desa Malahu melintasi sungai di Desa Bulota, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo. Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Di Desa Aing Bantai dan Desa Juhu di kaki Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Logistik Pemilu 2019 tersebut didistribusikan menggunakan jasa porter. Dengan berjalan kaki, waktu tempuh dua hari harus dijangkau petugas dan porter dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sejumlah pekerja pengangkut barang (porter) menyeberangi sungai saat membawa logistik Pemilu serentak 2019 ke dua desa terpencil di kaki Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Minggu (14/4/2019). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah pekerja pengangkut barang (porter) membawa logistik Pemilu serentak 2019 ke dua desa terpencil di kaki Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Minggu (14/4/2019). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah pekerja pengangkut barang (porter) membawa logistik Pemilu serentak 2019 ke dua desa terpencil di kaki Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Minggu (14/4/2019). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan