News
·
30 Maret 2021 7:57

Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi (46609)
Halaman depan Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
Pandemi corona tidak hanya mencekik geliat dunia pariwisata, perhotelan, dan bisnis hiburan di DI Yogyakarta. Pandemi juga berdampak terhadap keberlangsungan tempat rehabilitasi satwa liar di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja, sebuah organisasi nirlaba di bawah Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) yang berada di Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
WRC Jogja saat ini merawat 152 satwa liar dilindungi yang terdiri dari primata, beruang, burung, dan reptil yang berada di area seluas 13,9 hektar dan tengah mengalami kesulitan biaya operasional dalam merawat satwa-satwa tersebut.
Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi (46610)
Petugas berkeliling di area rehabilitasi Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
Menurut Manager Konservasi WRC Jogja Reza Dwi Kurniawan, dalam satu bulan dibutuhkan biaya sekitar Rp 100 juta untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti perlengkapan perawatan, obat-obatan, makanan satwa, gaji para dokter, pegawai administrasi, dan perawat satwa.
Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi (46611)
Petugas bersiap membersihkan kandang di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
WRC Jogja selama ini mengandalkan dana dari yayasan dan donasi publik. Namun, akibat pandemi COVID-19 membuat bantuan dari para donatur terpaksa harus terhenti. Bahkan sejak Febuari 2021, yayasan memutuskan untuk memangkas separuh gaji seluruh karyawan dengan maksud agar perawatan satwa tetap bisa terus berjalan.
Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi (46612)
Seekor orang utan berada di dalam kandang Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
Untuk mengurangi biaya operasional, mereka juga mengganti peralatan sekali pakai menjadi peralatan guna ulang. Seperti penggunaan sarung tangan dan masker sekali pakai, sekarang diganti menggunakan bahan yang bisa dicuci sehingga dapat digunakan berulang kali. Sementara untuk mencukupi sebagian makanan satwa, WRC Jogja mengumpulkan buah sortir yang masih layak untuk dikonsumsi satwa.
ADVERTISEMENT
Melihat berbagai persoalan yang tengah dihadapi WRC Jogja, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta kemudian berinisiatif untuk ikut membantu dengan mengalihkan sebagian anggaran kegiatannya untuk membantu dana operasional YKAY.
Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi (46613)
Petugas menyortir buah untuk makanan satwa di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
BKSDA Yogyakarta juga telah mengirimkan surat kepada LSM Centre for Orang utan Protection (COP) untuk turut membantu biaya perawatan tujuh ekor primata hingga mereka siap ditranslokasikan ke Kalimantan Timur. Hasilnya, pihak COP bersedia membantu dengan mengucurkan bantuan dana sebesar Rp 8 juta setiap bulan.
Foto: Rehabilitasi Satwa di Tengah Pandemi (46614)
Petugas membawa makanan untuk satwa di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja. Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
Selain itu, BKSDA Yogyakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) melakukan upaya penggalangan dana melalui media dan saat ini telah berhasil mendapatkan donasi penyelamatan satwa untuk beberapa bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.