News
·
4 Agustus 2021 6:00
·
waktu baca 1 menit

Foto: Ribuan Babi di Republik Dominika Dibasmi Usai Terjangkit Demam Babi Afrika

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Ribuan Babi di Republik Dominika Dibasmi Usai Terjangkit Demam Babi Afrika (153575)
searchPerbesar
Seekor babi terlihat di kandangnya di sebuah peternakan di Canongo, Dajabon, Republik Dominika. Foto: Ricardo Rojas/REUTERS
Republik Dominika akan menyembelih puluhan ribu babi setelah mendeteksi wabah demam babi Afrika di 11 dari 31 provinsi di negara itu, kata pihak berwenang, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
Fernando Duran, Administrator Banco Agricola yang dikelola negara, mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah akan membayar harga pasar setiap hewan yang disembelih kepada peternak babi.
Pengumuman penyembelihan muncul setelah pihak berwenang mengirim 389 sampel dari peternakan babi di seluruh negeri ke laboratorium AS setelah mencatat kematian hewan yang meluas di tiga provinsi pada bulan lalu.
Foto: Ribuan Babi di Republik Dominika Dibasmi Usai Terjangkit Demam Babi Afrika (153576)
searchPerbesar
Sejumlah babi terlihat di kandangnya di sebuah peternakan di Canongo, Dajabon, Republik Dominika. Foto: Ricardo Rojas/REUTERS
Pihak berwenang mengatakan satu-satunya cara untuk menghentikan penyakit yang mematikan dan belum ada vaksinnya, adalah dengan membunuh seluruh populasi babi di peternakan yang telah dideteksi.
Pemerintah pada Jumat (30/7) mengonfirmasi keberadaan virus di provinsi Montecristi, di barat laut, dan Santiago Rodriguez, di pusat negara itu.
Direktur Kementerian Pertanian di wilayah Barat Laut, Julio Cesar Estevez, memperkirakan jika operasi pembunuhan populasi babi segera dilakukan, wabah itu bisa diberantas dalam waktu sekitar lima bulan, seperti dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
Pembantaian itu diperkirakan akan mengakibatkan kerugian ekonomi sekitar $180 juta atau sekitar Rp 2,5 Triliun.
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020