News
·
3 Agustus 2020 18:22

Ganjar Sebut Ada Daerah di Jateng Tak Gelar Tes Corona Demi Citra Kepala Daerah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ganjar Sebut Ada Daerah di Jateng Tak Gelar Tes Corona Demi Citra Kepala Daerah (13240)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan ada salah satu daerah di wilayahnya yang tidak menggelar tes masif corona.
ADVERTISEMENT
Pencitraan politik jadi sebab daerah tersebut gelar tes masif agar kasus penularan coronanya minim. Ganjar tak menyebut nama daerahnya
Hal itu disampaikan Ganjar usai rapat evaluasi penanganan COVID-19 di kantornya. Ganja mengaku tak habis akal dan mengintervensi dengan menerjunkan tim kesehatan.
“Udah kita tes. Kita cek sendiri dari Pemprov (Jateng). Dan ternyata, itu ada yang positif,” kata Ganjar, Senin (3/8).
Ganjar mengatakan, tes masif merupakan salah satu upaya untuk menekan penyebaran COVID-19. Untuk itu, ia meminta Bupati/Wali Kota se Jateng gencar melakukan tes tersebut.
“Sekali lagi saya ingatkan, jangan takut soal citra. Dan daerah yang sudah mulai menguning atau menuju hijau jangan senang dulu, sekarang penambahan ke merah hampir merata di semua daerah,” ucap Ganjar.
ADVERTISEMENT
Saat ini, kata Ganjar, tingkat persebaran COVID-19 di Jateng hampir merata. Bahkan, kata Ganjar, angka reproduksi efektif atau RT pada minggu ke-31 meningkat dibanding minggu ke-30.
“Peningkatan ini terjadi terus menerus selama empat minggu terakhir. Artinya apa, ini serius,” ujarnya.
Ganjar membeberkan, daerah dengan angka reproduksi efektif di atas satu, kini bertambah enam Kabupaten/Kota sehingga menjadi 25 Kabupaten/Kota. Dengan hasil itu, maka penambahan hampir terjadi di semua daerah.
“Kabupaten Jepara tertinggi dan kami pantau terus, termasuk Solo Raya dan eks karesidenan Kedu yang menjadi perhatian kami. Untuk itu, saat ini kami mengoptimalkan koordinator wilayah di enam eks karesidenan untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” jelasnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT