News
·
25 Februari 2021 10:52

Ganjar soal Banjir di Semarang yang Tak Kunjung Surut: Salahkan Saya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ganjar soal Banjir di Semarang yang Tak Kunjung Surut: Salahkan Saya (185381)
searchPerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau kantornya yang terendam banjir. Foto: Dok. Istimewa
Sejumlah jalan dan wilayah di Kota Semarang masih banjir imbas hujan deras yang mengguyur dua hari belakangan ini. Banyak pihak yang menyalahkan pemerintah kota dan provinsi soal banjir itu. Khususnya di media sosial.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui banjir yang terjadi di beberapa daerah di Jateng merupakan kesalahannya sebagai seorang pemimpin.
Ganjar pertama kali mengatakan itu saat ia membalas cuitan akun @aditya180204 pada Selasa (23/2) malam.
"Padahal kalau mau pak @ganjarpranowo bisa menyalahkan wali kota lalu salahkan air kiriman Ungaran," tulis akun tersebut.
Lantas Ganjar meretwit akun tersebut dan menyatakan bahwa dirinya patut disalahkan soal banjir di Kota Semarang.
"Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik," ucap Ganjar.
Ganjar soal Banjir di Semarang yang Tak Kunjung Surut: Salahkan Saya (185382)
searchPerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau sejumlah titik banjir di Kota Semarang. Foto: kumparan
Menanggapi cuitannya yang menjadi viral itu, politisi PDIP ini menjelaskan bahwa memang dia patut disalahkan atas bencana banjir yang terjadi. Karena menurut dia, banjir tak hanya terjadi di Semarang.
ADVERTISEMENT
"Kalau mau menyalahkan, ya salahkan saya saja. (Banjir) Kan ada di Pekalongan, ada di Kudus, ada di Pati ada di Kota Semarang, gitu kan? Karena keinginannya ada yang harus bertanggung jawab dan disalahkan, lebih baik salahkan Gubernur karena banyak teman-teman di Kabupaten Kota mereka sudah bekerja dengan luar biasa," kata Ganjar di rumah dinasnya di Semarang, Kamis (25/2).

Namun, dia menyayangkan sikap warganet yang terus menyalahkan pemerintah tanpa tahu apa yang sudah ia perbuat untuk mengatasi banjir.

"Orang tidak pernah tahu bahwa jam segini saya masih kontak dengan Dinas Sumber Daya Air, ngecek evaluasi yang seperti apa, pembangunannya seperti apa, kemudian area yang tadinya banjir sekarang seperti apa penanganannya seperti apa, tidak pada tahu. Kita kontak dengan Daops yang di Tawang, mereka tidak tahu, kita komunikasi dengan RT-RW atau yang komplain apakah bantuan sudah masuk, mereka tidak tahu," terang Ganjar.
Ganjar soal Banjir di Semarang yang Tak Kunjung Surut: Salahkan Saya (185383)
searchPerbesar
Suasana di Kawasan Kota Lama yang terendam banjir imbas hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Selasa (23/2/2021). Foto: Dok. Istimewa
"Saya tidak mempublikasikan yang begini-begini, tetap saja dalam konteks sosiologinya pasti masyarakat akan mencari siapa yang bertanggung jawab. Lebih baik tanggung jawabnya saya ambil alih, agar semua bisa bekerja dengan tenang," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Ganjar, warganet juga harus melihat bahwa ada kerja keras yang dilakukan oleh orang-orang di bawahnya untuk mengendalikan banjir, salah satunya ialah petugas pompa yang bersedia memantau jalannya pompa full 24 jam sehari.
"Kemarin di (rumah pompa), Bro, saya tanya, kamu berapa orang, 'satu orang, Pak', 24 jam? 'satu pompa ini saya yang tanggung jawab', siapa coba yang mau bekerja seperti itu, mereka bekerja sangat luar biasa," ucap Ganjar.
Ganjar soal Banjir di Semarang yang Tak Kunjung Surut: Salahkan Saya (185384)
searchPerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (kiri) meninjau banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (17/2/2021). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO
Ganjar meminta masyarakat juga ikut andil dalam pengendalian banjir, dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Sebab saat meninjau rumah pompa air di Kota Lama, dia menemukan begitu banyak sampah yang tersangkut di pintu air pompa. Praktis kerja pompa tidak lagi maksimal.
"Sampah kecil-kecil ini satu bak truk tidak ada, mungkin hanya sekitar seperempat. Tapi seperempat itu kalau masuk ke pompa, pompanya mati. Maka butuh dukungan masyarakat untuk peduli menjaga lingkungan ternyata tidak disedot dengan cepat cari siapa yang salah, "ngawur, pekerjaannya tidak profesional". Padahal sampahnya, mungkin kita atau saya ikut kontribusi di sana," kata Ganjar.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020