Ganjar soal Bupati Banjarnegara Tersangka KPK: Jadi Pelajaran, Jaga Integritas

5 September 2021 18:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ganjar soal Bupati Banjarnegara Tersangka KPK: Jadi Pelajaran, Jaga Integritas (167523)
searchPerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Rapat Penanganan COVID-19 dengan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah secara daring, Senin (30/8). Foto: Pemprov Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menanggapi kasus korupsi yang menjerat Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. Budhi kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
ADVERTISEMENT
KPK menduga Budhi Sarwono korupsi dengan mengatur sejumlah proyek di Dinas PUPR serta menerima gratifikasi. Ia diduga mendapat Rp 2,1 miliar dari perbuatannya itu.
Ganjar mengaku dalam waktu dekat akan menemui Wakil Bupati Banjarnegara. Ia memastikan pemerintahan dan layanan masyarakat tidak terganggu setelah penahanan Budhi Sarwono oleh KPK.
"Insyaallah besok atau lusa (saya) akan ke sana untuk briefing," kata Ganjar saat ditemui usai bersepeda di daerah lereng Merapi, Minggu (5/9).
Ganjar mengaku dirinya sudah menghubungi Wabup Banjarnegara, Syamsudin, tidak lama setelah KPK menahan Budhi Sarwono. Ia meminta Syamsudin segera melakukan konsolidasi dan mengumpulkan seluruh OPD di Kabupaten Banjarnegara.
"Saya sudah minta ke Wakil Bupati agar segera melakukan konsolidasi di pemerintahannya. Kalau tidak salah hari ini mereka akan rapat. Saya minta pemerintahan tidak boleh terganggu. Terus layani masyarakat dengan baik," kata Ganjar.
Ganjar soal Bupati Banjarnegara Tersangka KPK: Jadi Pelajaran, Jaga Integritas (167524)
searchPerbesar
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/9/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Lebih lanjut, Ganjar mengatakan kasus yang menjerat Budhi Sarwono menjadi peringatan kepada seluruh kepala daerah dan pejabat publik. Ia meminta seluruh kepala daerah agar tetap menjaga integritas.
ADVERTISEMENT
"Saya mengingatkan kembali dan tidak akan pernah bosan seperti waktu pelantikan saat itu, reformasi birokrasinya, jaga integritasnya, dan tidak ada lagi cerita-cerita soal pungli, soal korupsi, hadiah-hadiah yang diberikan kepada pejabat. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat semuanya," tutup Ganjar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020