kumparan
search-gray
News9 September 2019 10:48

Ganjil Genap di Fatmawati, Cilandak hingga Jati Padang Padat

Konten Redaksi kumparan
Ganjil Genap di Fatmawati, Cilandak hingga Jati Padang Padat (456097)
Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Senin (9/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Perluasan ganjil genap di sejumlah ruas di DKI Jakarta mulai berlaku Senin (9/9), salah satunya di Jalan Fatmawati. Imbas dari aturan itu, sejumlah ruas jalan di sekitar Fatmawati padat merayap.
ADVERTISEMENT
Pantauan kumparan, mulai dari Jalan TB Simatupang, tepatnya di depan mal Cilandak Town Square, tampak padat merayap. Kemacetan ini kemudian berlanjut hingga ke Jalan Raya Ragunan. Selain itu, jalan alternatif seperti Jalan Ampera raya juga mengalami hal yang sama.
Ganjil Genap di Fatmawati, Cilandak hingga Jati Padang Padat (456098)
Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Senin (9/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Adapun kendaraan-kendaraan yang tampak memenuhi sejumlah ruas di atas, dinominasi oleh mobil dengan pelat bernomor genap. Dengan kata lain, kendaraan yang tak bisa melintasi Jalan Fatmawati yang telah diterapkan sebagai perluasan ganjil genap.
Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Pejaten Raya dari arah Ampera, serta Jalan Warung Jati Barat. Kemacetan ini baru terurai setelah melewati lampu lalu lintas di depan mal Pejaten Village mengarah ke Mampang.
Ganjil Genap di Fatmawati, Cilandak hingga Jati Padang Padat (456099)
Kemacetan di Jalan Warung Jati Barat, Senin (9/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Kendaraan hanya bisa melaju antara 20-40 km per jam. Banyaknya persimpangan serta lampu lalu lintas membuat antrean kendaraan semakin panjang.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memang tidak menyiapkan jalur alternatif secara khusus terkait dengan perluasan ganjil genap ini. Tujuannya, agar warga perlahan benar-benar pindah ke angkutan umum.
Ganjil Genap di Fatmawati, Cilandak hingga Jati Padang Padat (456100)
Kemacetan di Jalan Ampera Raya, Senin (9/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
"Jika dalam sebuah kebijakan kita siapkan jalur alternatif, yang terjadi adalah masyarakatnya kembali lagi tidak menggunakan sistem angkutan umum," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (19/8).
"Sekarang, kita sudah borong apa yang disebut integrasi angkutan umum ke dalam program Jak Lingko kemudian untuk penanganannya kita perbaiki dan sosialisasi yang sudah dilayani oleh angkutan umum," ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white