News
·
15 Oktober 2020 14:36

Gatot Nurmantyo: Semoga Polri Makin Profesional dan Jadi Teladan Penegakan Hukum

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Gatot Nurmantyo: Semoga Polri Makin Profesional dan Jadi Teladan Penegakan Hukum (50217)
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo dkk gagal bertemu Kapolri Jenderal Idham Azis, di Bareskrim Polri. Foto: Dok. Istimewa
Presiden KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin gagal bertemu Kapolri Jenderal Idham Azis. Mereka pun menyesalkan penangkapan 8 petingginya yang saat ini jadi tersangka.
ADVERTISEMENT
Gatot mengatakan, kedatangannya ke Bareskrim Polri sebagai bentuk taat pada konstitusi hukum. Ia pun meyakini, Polri dengan benar akan mengawal proses hukum di Indonesia.
“Kami ke sini adalah wujud cara konstitusi, wujud kecintaan kami kepada kepolisian RI. Kecintaan kami kepada kepolisian RI. Kami ingin Polri benar-benar mengawal hukum dan contoh teladan dan penegakan hukum,” kata Gatot di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).
Gatot Nurmantyo: Semoga Polri Makin Profesional dan Jadi Teladan Penegakan Hukum (50218)
Gatot Nurmantyo. Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo
“Kalau ada kekurangan kewajiban kami sebagai warga negara menyampaikan pendapat berkaitan dengan saudara kami ditahan,” imbuh Gatot.
Gatot meminta kedatangannya ke Bareskrim Polri tidak disalahartikan. Ia menegaskan sebagai warga negara yang baik dan mendukung Polri menjadi penegak hukum yang profesional dalam bekerja.
“Mohon jangan dibuat persepsi lain-lain. Saya hanya doa semoga Polri semakin hari semakin profesional menjaga ketertiban dengan profesional dan sebaik-baiknya.
--Gatot Nurmantyo
Seperti diketahui, sebanyak 8 petinggi KAMI telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian dan hoaks. Mereka kini ditahan di rutan Bareskrim Polri.
ADVERTISEMENT