Gaya Kepemimpinan Empati ala CEO Nutrifood

Saya yakin orang jahat bisa dikasih kesempatan kedua. - Mardi Wu
Itulah salah satu mantra yang diyakini CEO Nutrifood, Mardi Wu, selama memimpin perusahaannya. Ia dikenal sebagai sosok leader dengan empati yang tinggi. Atau istilah kerennya adalah empathic leader.
Meski dengan karakter seperti itu, perjalanan Nutrifood di bawah panduannya tetap diwarnai permasalahan. Salah satunya adalah ketika menghadapi karyawan yang progresnya kurang. Hingga akhirnya dikeluarkan dari perusahaan.
Lalu bagaimana ia menunjukkan empatinya ketika mengeluarkan karyawannya?
Mardi menjelaskan langkah kongkritnya dalam acara kelas kumparan, Kamis (10/4). Acara sharing itu dihadiri karyawan kumparan dengan antusias di Lounge A kantor kumparan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Kita pernah ada satu karyawan, enggak bisa kerja dengan baik. Dapat komplain terus. Bukan karena jahat, tetapi karena kerjaannya berantakan banget,” ujar Mardi.
Ia menceritakan karyawan tersebut sudah bekerja sekitar dua tahun. Perusahaan pun sudah memberikan feedback dan training. Akan tetapi tetap tidak ada perkembangan dalam pekerjaannya.
Mardi menambahkan, karyawan itu malah dilanda stres karena tidak naik jabatan. Hal itu juga mempengaruhi rekan kerjanya. Hingga akhirnya, orang tersebut hanya diberikan waktu tiga bulan.
“Lalu apa yang saya lakukan? Saya hubungi temen-temen. Kita beri waktu orang itu tiga bulan untuk izin mencari kerja,” ungkap Mardi.
Nakhoda Nutrifood itu kemudian menemukan salah satu petinggi kampus. Ia menawarkan karyawannya itu untuk bekerja di bidang akademik. “Saya melihat potensi orang ini bagus di kampus, tapi bisnis belum tentu,” tambahnya.
Dua tahun kemudian, mantan karyawannya itu menjadi dosen teladan se-DKI Jakarta. “Sebagai pemimpin, tanggung jawab dari mengeluarkan orang adalah mencarikan jalannya,” tandas Mardi.
Di akhir kelas, CEO kumparan Hugo Diba memberikan kenang-kenangan untuk Mardi Wu.
Kelas kumparan merupakan program internal kumparan untuk menghadirkan tokoh inspiratif. Sebelumnya kelas kumparan telah menghadirkan CEO General Electric Indonesia Handry Satriago.
