kumparan
18 Februari 2020 19:13

Geger Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Polisi Tangkap 2 Orang

Ilustrasi Pernikahan
Ilustrasi pernikahan. Foto: Pixabay
Puluhan calon pengantin menjadi korban penipuan Wedding Organizer (WO) Hightlevel asal Cianjur, Jawa Barat. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
ADVERTISEMENT
Salah satu korban, Bintang Juwita Magfirli (27) warga Gang Angrek, Kelurahan Sayang, Cianjur, mengaku tertipu bujuk rayu dan promo yang dijanjikan Hightlevel. Mereka berjanji untuk memberikan diskon besar jika korban menyerahkan uang muka lebih dulu.
"Setelah harga disepakati sebagian besar korban menyerahkan uang muka dengan janji mendapat potongan harga hingga 50 persen. Setelah uang muka diserahkan, pelaku mulai berkilah dan menghilang," kata Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdany di Cianjur seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/2).
Ketika mendekati hari H, pemilik Hightlevel tidak bisa dihubungi. Berbagai cara dilakukan Juwita untuk meminta pertanggungjawaban Hightlevel namun semua itu sia-sia. Akhirnya Juwita dan pasangannya terpaksa menggelar hajatan pernikahan dengan cara sederhana karena puluhan juta uang yang diserahkan pada pelaku tidak pernah kembali.
ADVERTISEMENT
Senasib dengan Juwita, korban lainnya Gelar Jagad Raya (24) juga mengaku tergiur dengan promo murah Hightlevel. Warga Kecamatan Bojong itu mengaku dijanjikan pelaku bisa melaksanakan pesta pernikahan di sebuah gedung di Cianjur.
Lipsus, Sertifikasi Pranikah
Ilustrasi Pernikahan. Foto: Shutter Stock
Pelaku memberikan diskon 50 persen, dengan catatan korban membayar di muka uang untuk pesta pernikahan sebesar Rp 30 juta dari total biaya sebesar Rp 60 juta.
"Tergiur dengan diskon tersebut, saya langsung membayar uang yang diminta pelaku. Namun dua hari menjelang pesta pernikahan kami, pelaku tidak pernah muncul dan gedung yang sempat kami datangi bersama pelaku belum ada persiapan sama sekali," katanya.
Jagad akhirnya melangsungkan pesta pernikahan secara sederhana. Usai acara, Jagad melaporkan hal tersebut ke Mapolres Cianjur, dengan harapan tidak ada lagi calon pengantin yang tertipu.
ADVERTISEMENT
Atas laporan itu, Polres Cianjur kemudian bergerak dan berhasil menangkap suami istri pemilik Hightlevel, BJM (27) dan suaminya A (34).
Kapolres Cianjur, Jawa Barat, AKBP Juang Andi Priyanto, mengimbau korban penipuan wedding organizer Hightlevel di sejumlah wilayah seperti Cianjur dan luar kota untuk segera menghubungi posko pengaduan yang sudah disediakan.
"Posko pengaduan yang disediakan di ruang Satreskrim Polres Cianjur, untuk memudahkan korban dalam melaporkan penipuan yang menimpa mereka. Serta memudahkan petugas menuntaskan kasus tersebut," katanya di Cianjur, seperti dilansir Antara, Selasa (18/2).
Ia menjelaskan kemungkinan korban tidak hanya berasal dari Cianjur karena beberapa orang sudah berkoordinasi dengan posko pengaduan berdomisili di luar kota seperti Sukabumi, Bogor dan Bekasi.
ADVERTISEMENT
Pihaknya akan memberikan pelayanan penuh bagi korban yang diduga mencapai puluhan orang dengan kerugian total mencapai miliaran rupiah, sehingga kasus tersebut dapat tuntas dan kedua pasangan suami istri dapat ditetapkan sebagai tersangka.
"Sampai saat ini, belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam proses pemeriksaan dan melengkapi barang bukti. Sampai hari ini, baru dua orang yang melapor secara resmi, rencananya tiga orang dari luar kota akan melapor hari ini," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan