kumparan
3 Jul 2018 18:23 WIB

Gerindra: Ada Kader yang Inginkan Anies Jadi Capres atau Cawapres

Prabowo memberikan selamat kepada Anies Baswedan (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
Gerindra menanggapi isu pencalonan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal capres atau cawapres di Pilpres 2019 mendatang. Menurut Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro, pada prinsipnya Gerindra menghormati semua aspirasi yang ada.
ADVERTISEMENT
"Itu kan wacana, ada yang minta Anies jadi capres, ada yang minta maju jadi cawapres. Itu kan beberapa aspirasi kader daerah di Indonesia yang menginginkan Anies-Prabowo. Tapi tetap pada prinsipnya kan harus ada pengusungnya," kata Nizari dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).
Nizar menambahkan, terkait dengan kemungkinan pencalonan Anies, Gerindra tetap berpegang tenguh pada ketentuan UU nomor 7 tahun 2017 yakni presidential threshold 20 persen. Selain itu, ia mengatakan dalam pencapresan diharuskan adanya dukungan dari parpol.
"Tetap kan harus ada pengusungnya. Jadi tidak mungkin bisa maju tanpa adanya parpol pengusung, sejauh ini, kita masih tetap mengusng Prabowo sebagai capres," ucap Nizar.
Prabowo berorasi (Foto: Antarafoto/Darwin Fatir)
Sementara terkait dengan cawapres Prabowo, Nizar mengaku masih terus dibicarakan dalam internal partai. Ia menegaskan Gerindra saat ini fokus untuk memenuhi syarat PT 20 persen untuk bisa mencalonkan capres dan cawapres.
ADVERTISEMENT
"Pada prinsipnya kita cukup 20 persen suara saja, apakah nanti ada (parpol) yang akan gabung lagi, yang penting memiliki kesamaan visi dan misi," ujar Nizar.
Lebih lanjut, terkiat dengan koalisi, Nizar menambahkan, sampai saat ini Gerindra masih terus bersama dengan PKS. Ia membantah adanya perpecahan dalam Gerindra-PKS akibat wacana pencalonan Prabowo-Anies.
"Sinyal yang saya tangkap dari beberapa kali pertemuan kita masih bersma dengan PKS," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan