Kumparan Logo
Banjir di Kampung Pulo
Warga berkativitas saat banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (2/1).

Gerindra DKI Tanggapi Pansus Banjir: Enggak Perlu, Buang Energi

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan oranye bersihkan pemukiman warga korban banjir di Kalideres, Jakarta Barat. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan oranye bersihkan pemukiman warga korban banjir di Kalideres, Jakarta Barat. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta setuju membentuk panitia khusus (pansus) untuk menangani banjir Jakarta. Ketujuh fraksi itu yakni Golkar, NasDem, PKB-PPP, Demokrat, PSI, PDIP, dan PAN.

Lalu bagaimana dengan Fraksi Gerindra?

Anggota DPRD Fraksi Gerindra Syarif mengatakan, pembentukan pansus banjir tidak diperlukan. Sebab ia menilai data-data terkait banjir itu telah dimiliki oleh Pemprov DKI.

“Enggak perlu, buang energi karena banyak yang harus kita kerjakan,” ujar Syarif saat dihubungi wartawan, Jumat (10/1).

Warga berkativitas saat banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (2/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Tim pansus ini kan genit-genitan saja, politik. Apa yang mau dipansuskan, apa yang mau dicari ,orang data-data udah lengkap,” sambung Syarif.

Lebih jauh, ia menilai pembentukan pansus itu hanya sebatas wacana saja. Mengenai penyelesaian masalah banjir. Menurutnya tugas itu cukup dikerjakan melalui rapat bersama jajaran Pemprov DKI.

“Itu kan sebatas wacana menurut saya, wacana ingin membuat pansus. Ya menurut saya cukup dengan rapat bersama SKPD terkait, dicari penyebab dan cara ke depan supaya tidak terulang banjir seperti sekarang,” jelasnya.

collection embed figure