kumparan
search-gray
Politik6 Juni 2018 18:33

Gerindra: Koalisi Pengusung Prabowo Capres Belum Terbentuk

Konten Redaksi kumparan
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto berkunjung ke Kompleks Parlemen (Foto: ANTARA FOTO/Meli Pratiwi)
Partai Gerindra mengakui pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais, Rizieq Syihab, dan pengurus Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Makkah merupakan langkah politik. Meski pertemuan itu disebut menghasilkan usulan soal koalisi keumatan di Pemilu 2019, namun Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut koalisi keumatan masih sebatas wacana.
ADVERTISEMENT
Muzani mengatakan, koalisi keumatan masih sebatas wacana karena sejauh ini pencapresan Prabowo belum mendapat dukungan dari partai lain. Sehingga hingga kini, koalisi pengusung Prabowo sama sekali belum terbentuk.
“Ya koalisinya belum kebentuk. Koalisi untuk mengusung Pak Prabowo sebagai capres belum dibentuk karena Pak Prabowo sekarang ini baru mendapatkan sokongan dan dukungan dari 73 anggota DPR Gerindra,” kata Muzani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6).
“Partai-partai lain belum menyatakan dukungan. Jadi koalisi itu belum ada, apalagi nama koalisinya. Lebih belum ada lagi,” tegasnya.
Terkait dengan peluang Rizieq menjadi cawapres Prabowo, Muzani mengungkapkan usulan itu datang dari PA 212. Meski begitu, kata dia, keputusan siapa yang akan menjadi cawapres perlu dibahas bersama.
ADVERTISEMENT
“Siapa pun nama itu pada akhirnya parpol (koalisi) yang harus memberikan persetujuan. Jadi sebagai sebuah kemungkinan ya mungkin saja. Tapi problemnya apakah koalisi yang ada, harus dibicarakan,” tuturnya.
Akan tetapi, Muzani tak menampik kedatangan Prabowo ke kediaman Rizieq di Makkah adalah suatu langkah politik mencari dukungan.
“Kalau pertemuan ini dimaknai sebagai sebuah langkah politik, saya kira ya mungkin atau sah-sah saja,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, wacana terbentuknya koalisi keumatan berasal dari adanya pertemuan bersama antara Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais hingga Imam Besar FPI Rizieq Syihab saat berada di tanah suci Makkah untuk melakukan ibadah umrah bersama.
Koalisi keumatan sendiri terdiri dari Gerindra-PKS-PAN, dan PBB. Masing-masing partai memang belum secara resmi menyatakan sikap soal koalisi ini. Namun, koalisi keumatan dianggap menjadi salah satu alternatif untuk mengalahkan Jokowi di 2019.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white