Global Forum G20, Gubernur Bali Tragetkan 45.000 Hektare Pertanian Organik

28 September 2022 9:36
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gubernur Bali Wayan Koster memberi sambutan dalam Global Forum Agriculture Agriculture Ministers Meeting (AMM), Selasa (27/9/2022). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bali Wayan Koster memberi sambutan dalam Global Forum Agriculture Agriculture Ministers Meeting (AMM), Selasa (27/9/2022). Foto: Dok. Kementan
ADVERTISEMENT
Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan seluruh pertanian di wilayahnya mampu menggunakan sistem pertanian organik yang ramah terhadap lingkungan.
ADVERTISEMENT
Sebagai tahap awal, 45 ribu hektare akan rampung pada akhir 2022 mendatang. Semangat ini disampaikan Wayan Koster di Global Forum on Digital Agriculture Transformation in Accelerating Women and Youth Entrepreneurship, rangkaian kegiatan dari Agriculture Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 yang dihelat di Denpasar, Bali, 27-29 september 2022.
"Bali saat ini tengah gencar menyelenggarakan sistem pertanian organik yang diatur dalam Perda Nomor 8 tahun 2022. Dari 70.000 hektare sawah yang ada, 40.000-an hektare di antaranya ditargetkan sudah organik," ujar Wayan Koster, Selasa (27/9).
Selain sawah, kata Wayan Koster, sistem pertanian organik juga sudah menjalar sampai ke subsektor perkebunan. Di Bali, lahan kebun organik sudah mencapai 154 ribu hektare dari total lahan yang ada sekitar 200 ribu hektare.
ADVERTISEMENT
"Bahkan di tahun depan, baik sawah maupun kebun ditargetkan sudah organik semua. Dan kami bertekad semua pertanian Bali harus total organik menjadi pulau organik agar menghasilkan pangan yang sehat dan berkualitas serta tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan tidak merusak lingkungan," jelasnya.
Gubernur Bali Wayan Koster memberi sambutan dalam Global Forum Agriculture Agriculture Ministers Meeting (AMM), Selasa (27/9/2022). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bali Wayan Koster memberi sambutan dalam Global Forum Agriculture Agriculture Ministers Meeting (AMM), Selasa (27/9/2022). Foto: Dok. Kementan
Tak hanya itu, Ia juga menyampaikan saat ini ada pergerakan warga Bali terhadap hilirisasi pertanian, dengan melakukan berbagai macam pengolahan pangan sehat berbasis kearifan lokal yang bisa menambah nilai ekonomi masyarakat setempat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kami telah melakukan inisiasi pengembangan industri olahan untuk menghasilkan nilai tambah perekonomian yang berbasis pada kearifan lokal. Ke depan kami berharap pertanian akan memberi kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian Bali dan akan membuat Bali lebih mandiri dalam bidang perekonomian," terangnya.
ADVERTISEMENT
Sektor pertanian di Bali masuk dalam skala prioritas program utama dan tertuang dalam 6 pilar ekonomi Bali. Pertanian menduduki urutan pertama di atas sektor kelautan dan perikanan.
"Keenam adalah sektor pariwisata berbasis budaya berkualitas dan bermartabat," terang Wayan Koster.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat membagikan 100 ekor sapi dalam program bantuan reforma agraria di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Selasa (21/6/2022). Foto: Pemprov Bali
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat membagikan 100 ekor sapi dalam program bantuan reforma agraria di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Selasa (21/6/2022). Foto: Pemprov Bali
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan sektor pertanian selama ini adalah jawaban pasti dalam menghadapi berbagai persoalan dunia. Karena itu, membangun pangan harus dimulai dari kebersamaan. Termasuk melibatkan banyak anak muda dalam membangun pertanian modern.
Sebagai contoh, kata SYL, saat ini banyak wirausaha muda di sektor pertanian yang melalui kreativitasnya dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, baik melalui kualitas, keamanan, fungsi, maupun penciptaan produk olahan baru yang sesuai preferensi konsumen.
ADVERTISEMENT
"Semua ini menunjukkan adanya potensi besar bagi wirausaha muda berbakat untuk menjadi motor penggerak perubahan pertanian konvensional menjadi lebih modern dan berkelanjutan. Karena itu, forum ini harus kita sepakati untuk membangun sistem pertanian dan pangan yang berkelanjutan," jelasnya dalam kesempatan yang sama.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·