Golkar Berhentikan Bowo Pangarso karena Kasus Suap Pupuk

28 Maret 2019 17:23 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggota Komisi 6 DPR RI, Bowo Sidik Pangarso. Foto: Facebook/@Bowo Sidik Pangarso SE
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi 6 DPR RI, Bowo Sidik Pangarso. Foto: Facebook/@Bowo Sidik Pangarso SE
ADVERTISEMENT
Partai Golkar mengambil tindakan tegas bagi Bowo Sidik Pangarso yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) atas kasus dugaan suap pengiriman pupuk. Bowo diberhentikan dari kepengurusan Partai Golkar dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah 1.
ADVERTISEMENT
"Partai Golkar telah mengambil langkah-langkah organisasi yang tegas sesuai dengan AD/ART untuk memberhentikan Saudara Bowo Sidik Pangarso sebagai pengurus DPP Partai golkar sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah 1 dan jabatan lainnya yang terkait Partai golkar," jelas Sekjen Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (28/3).
Lodewijk mengatakan, keputusan ini perlu dilakukan agar Bowo dapat fokus menyelesaikan kasus yang tengah menjeratnya itu.
"Ini untuk memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan guna menyelesaikan masalah pribadinya," jelas Lodewijk.
Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus (tengah) memberikan keterangan pers pada konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (28/3). Foto: Efira Tamara/kumparan
Selain itu, Lodewijk mengatakan, tak ada pergantian posisi Bowo di Komisi VI DPR. Sebab menurutnya, masa pergantian anggota DPR periode 2014-2019 sudah melewati batas waktu yang ditentukan.
"Tentunya kita sesuaikan peraturan berlaku di DPR bahwa waktu pergantian DPR sudah lewat jadi tentunya Golkar tidak akan melakukan pergantian (posisi Bowo)," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut Lodewijk memastikan Golkar tak akan memberi bantuan hukum kepada Bowo. "Keluarga sudah siapkan pendampingan hukum jadi dari Golkar enggak ada," pungkasnya.
Ilustrasi kasus KPK Foto: Basith Subastian/kumparan
KPK menangkap Bowo pada Kamis (18/3) dini hari. Bowo ditangkap karena diduga turut terlibat dalam dugaan suap pengiriman pupuk. Selain menangkap Bowo, KPK juga menangkap 7 orang lainnya, termasuk seorang direksi PT Pupuk Indonesia.
Saat ini, 8 orang itu tengah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status dari mereka. Saat ini, mereka masih berstatus terperiksa.