Golkar Jaring Kader Eksternal di Pilgub Jateng: Irjen Ahmad Luthfi hingga Hendi

23 April 2024 19:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Partai Golkar. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Partai Golkar. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
DPD Partai Golkar Jawa Tengah mulai menjaring sejumlah nama potensial untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Nama yang muncul itu termasuk Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi hingga politikus PDIP Bambang Wuryanto.
"Kalau internal Pak Panggah, kemudian Wihaji (eks Bupati Batang), Yuliatmono (eks Bupati Karangayar), kemudian ada Pak Soleh, itu nanti wagub kemudian ada Feri Wawan," ujar Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Jateng-DIY, Iqbal Wibisono, kepada kumparan, Selasa (23/4).
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi. Foto: Humas Polda Jateng
Golkar juga mempertimbangkan sejumlah nama lain di luar kader Partai Golkar mulai dari Ketua LKPP sekaligus kader PDIP Hendrar Prihadi, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.
"Kemudian eksternal Kapolda Jawa Tengah, ada Bambang Pacul. Kemudian Hendrar Prihadi, Gus Yusuf (Ketua PKB Jateng), Pak Sudaryono (Gerindra Jateng). Itu potensi yang muncul dari eksternal," sebut Iqbal.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Ia menilai, Ahmad Luthfi pantas menjadi kandidat gubernur lantaran ia sudah memahami persoalan di Jawa Tengah. Apalagi, ia sudah memasang banyak baliho-baliho di daerah daerah untuk membuat namanya populer.
ADVERTISEMENT
"Memang salah satu dikuasai elektabilitas kan harus diketahui orang popularitasnya harus diketahui semua orang," imbuh dia.
Namun, lanjut dia, apakah Luthfi yang juga eks Kapolresta Surakarta itu akan melepas jabatannya sebelum masa pensiunnya pada November 2024. Sebab, pendaftaran cagub akan dimulai sejak Juli hingga Agustus.
"Iya pendaftaran Juli hingga Agustus. Itu konsekuensi pemimpin, itu hakikatnya pribadi yang dikorbankan, pemimpin adalah yang ditaatkan untuk kepentingan masyarakat. Berarti beliau pensiun harus mundur kalau mau daftar kan gitu sebagai PNS seperti yang lain," kata Iqbal.