Gubernur Bali soal Rapid Test Diduga False Positive: Tak Perlu Dibicarakan Lagi

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rapid test virus corona. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rapid test virus corona. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Gubernur Bali Wayan Koster enggan membahas pembelian rapid test IgG/IgM Covid-19 bermerek VivaDiag dari PT Kirana Jaya Lestari, agen tunggal penyalur VivaDiag di Indonesia. Rapid test kit tersebut diduga false positive saat dipakai di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kabupaten Bangli.

Ia mengaku enggan membicarakan karena warga di Banjar Serokadan sudah menjalani tes swab PCR. Banjar merupakan wilayah administratif setingkat rukun warga (RW).

"Enggak perlu lagi bicara rapid, karena sudah dilakukan swab berbasis PCR dan hasilnya bagus. Diswab dan sudah negatif," kata Koster di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (11/5).

Selain itu, ia menyebut Pemprov Bali tak jadi membeli rapid test kit VivaDiag dan barangnya sudah dikembalikan. Koster tak menyebut harga per rapid test kit tersebut.

"Enggak jadi beli, sudah dibalikin semua. (Yang sudah dipakai) Belum dibayar. Pabriknya tanya," imbuh Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (2/10/2019). Foto: Denita Br Matondang/kumparan

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bali Suarjaya mengatakan Pemprov Bali membeli 3.800 kit rapid test VivaDiag. Bali telah melapor kepada Kemenkes atas kasus tersebut.

"Sedang di Kemenkes paling nunggu hasilnya. Saya masih menunggu hasilnya bagaimana," kata dia.

Seperti diketahui, 2.129 warga Banjar Serokadan menjalani rapid test dengan VivaDaig yang akurasi uji reaktif corona dipertanyakan.

Rapid test dilaksanakan karena 8 warga postif corona usai kontak dengan seorang pekerja migran tanpa gejala. Dari 2.129 warga yang di-rapid test, menunjukkan 447 orang reaktif.

embed from external kumparan

Merespon hasil rapid test, Pemkab Bangli melakukan rapid test ulang secara acak. 371 warga diambil sampel swabnya, hasilnya menunjukkan 370 negatif dan 1 positif.

Pemkab Bangli juga telah memperketat aktivitas warga dengan melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. Warga Desa Abuan juga diminta tak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali mendesak, ini misalnya memberi makan ternak dan panen.

Sementara, warga yang terdesak aktivitas di luar harus beraktivitas dengan standar protokol kesehatan COVID-19.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.