Gubernur Sumbar soal Ditolak Mahasiswa UIN Bukittinggi: Hal Biasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.  Foto: Irwanda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Foto: Irwanda/kumparan

Video Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah disebut diusir mahasiswa viral di media sosial. Insiden ini terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Djamil Djambek Bukittinggi.

Pemerintah Provinsi Sumbar telah membantah jika insiden ini dinarasikan sebagai suatu tindakan pengusiran.

Mahyeldi menegaskan, dirinya sama sekali tidak mempersoalkan insiden yang terjadi. Kritikan menurutnya hal biasa.

"Kritik secara langsung seperti itu hal biasa bagi kami sebagai penyelenggara pemerintahan. Saya melihat itu hanya wujud mahasiswa menegaskan eksistensi dan ekspresinya," kata Mahyeldi, Kamis (24/8).

"Kami sudah terlebih dulu memaafkan," sambung politisi dari PKS tersebut.

Mahyeldi menyebutkan, momen dirinya memenuhi undangan UIN Bukittinggi ini rencana digunakan untuk melihat peluang mengembangkan akses jalan menuju kampus yang sempit.

Meski pun terjadi insiden saat dirinya hadir, lanjutnya, rencana mengembangkan akses jalan itu tetap akan diupayakan.

"Jangan khawatir soal itu. Bukittinggi itu kampung saya. Selama pintu tidak ditutup, saya tetap akan ke UIN Bukittinggi," imbuhnya.

Mahyeldi berharap agar civitas akademika perguruan tinggi di Sumbar terus meningkatkan suasana kondusif di lingkungan kampus. Terlebih, Indonesia akan menjelang tahun politik, sehingga kondusivitas di tengah masyarakat harus senantiasa dijaga.

"Marwah perguruan tinggi harus terus dijaga. Jika memang mahasiswa ingin mengajukan kritik, pasti ada cara-cara yang lebih baik yang bisa ditempuh," tegasnya.

Sebelumnya, Mahyeldi menghadiri acara Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) di UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi.

Dari video yang beredar, di Aula Gedung Student Center UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi terlihat ratusan mahasiswa baru yang memakai pakaian hitam putih.

Sementara Mahyeldi duduk di panggung. Di saat itu, satu orang mahasiswa memakai almamater berorasi dan menolak kedatangan Mahyeldi tersebut.

Ketika berorasi, seluruh mahasiswa yang ada bersorak dan memberi tepuk tangan. Terlihat beberapa orang yang diduga panitia acara memaksa mahasiswa yang berorasi itu turun dari panggung.

Dalam video tidak jelas kalimat yang disampaikan mahasiswa ini saat berorasi. Namun, di dalam aula, beberapa spanduk telah dibentangkan yang bertuliskan; Tuntaskan Isu PSN Pak Gub dan 'Ham dilangkahi'.

Presiden Mahasiswa UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, Ahmad Zaki, mengakui mahasiswa menolak kehadiran gubernur tersebut.

"Ini sebagai sikap solidaritas terhadap masyarakat Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat yang terancam oleh rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diusulkan Gubernur Mahyeldi," katanya, Rabu (23/8).

Dikatakannya, sampai saat ini, masalah isu usulan PSN Air Bangis belum selesai. Mahasiswa menuntut cabut usulan itu kepada gubernur.

"Kami yang mengetahui gubernur hadir dalam acara BEM UIN Bukittinggi berinisiatif melakukan aksi spontan menolak kedatangan Gubernur Mahyeldi," ucapnya.