kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 17:04

Gugus Tugas Sumut soal Dokter Paru Meninggal: Jadi, Apa COVID-19 Ini Ecek-ecek?

Konten Redaksi kumparan
Gugus Tugas Sumut soal Dokter Paru Meninggal: Jadi, Apa COVID-19 Ini Ecek-ecek? (1222903)
dr. Andika Kesuma Putra Sitepu. Foto: Twitter/dr. Jaka Pradipta
Dokter spesialis paru di Kota Medan, Andhika Kesuma, meninggal akibat terpapar virus corona, Sabtu, (1/8). Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Utara menyebut, almarhum tidak mempunyai penyakit penyerta.
ADVERTISEMENT
“Murni (meninggal) karena COVID-19," kata jubir COVID-19 Sumut Aris Yudhariansyah kepada wartawan Minggu (2/8).
Maka dari itu, Aris meminta masyarakat tetap mematuhi protokol COVID-19 dan tidak menganggap remah dampak dari virus corona. Terutama bagi mereka yang masih tidak mempercayai keberadaan COVID-19.
“Jadi, apa masih adakah yang bilang COVID-19 ini ecek-ecek?” ujar Aris.
Gugus Tugas Sumut soal Dokter Paru Meninggal: Jadi, Apa COVID-19 Ini Ecek-ecek? (1222904)
Penghormatan terakhir terhadap Dokter Andhika yang meninggal karena corona di RS Colombia Asia Medan. Foto: Twitter/dr Jaka Pradipta

Andhika Kesuma Merupakan Dokter ke-9 di Sumut yang Meninggal Akibat COVID-19

Terpisah, Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna, mengatakan Andhika merupakan dokter ke-9 di Sumatera Utara yang gugur karena mengobati pasien COVID-19. Sementara untuk Kota Medan, dia merupakan dokter ke-5 yang meninggal.
Wijaya berharap, dokter yang lain bisa meniru semangat dr Andika dalam mengobati pasien COVID-19.
ADVERTISEMENT
“Semoga pengabdian beliau akan menjadi suri teladan dan menjadi pendorong semangat bagi tenaga kesehatan dan relawan medis lainnya yang sedang berjuang melawan COVID-19," kata Wijaya.
Sebelumnya, dokter Andhika Kesuma Putra Sitepu, Sp.P (K) meninggal di RS Columbia Asia Medan, akibat terjangkit virus corona.
Kabar meninggalnya dokter Andhika dibenarkan oleh Kadis Kesehatan Sumut dr. Alwi Mujahit. Alwi mengatakan, Dokter Andhika Kesuma Putra Sitepu salah satu dokter yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19
Andhika termasuk generasi emasnya dokter spesialis paru di Sumut. Dia meninggal setelah dua minggu dirawat di rumah sakit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white